Temuan Cek Kesehatan Gratis Perlu Tindak Lanjut

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS – Sebanyak 70 juta masyarakat Indonesia telah melakukan cek kesehatan gratis. Lewat program itu, deteksi dini penyakit telah dilakukan di seluruh kelompok usia. Pemerintah didorong untuk memastikan setiap temuan penyakit dapat ditindaklanjuti dengan tata laksana yang tepat.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (19/1/2026) menuturkan, skrining yang dilakukan dalam program cek kesehatan gratis (CKG) bertujuan untuk mendeteksi penyakit sejak dini. Dengan deteksi dini, penyakit bisa segera ditemukan sehingga pengobatan bisa lebih cepat diberikan.

“Skrining ini memang untuk mengetahui penyakit sejak dini sehingga kita bisa obati lebih dini. Ini jauh lebih murah dan jauh lebih bagus kualitas hidupnya bagi masyarakat kita,” katanya.

Baca JugaCek Kesehatan Gratis Ungkap 95 Persen Orang Dewasa dan Lansia Kurang Aktivitas Fisik

Ia menyebutkan, hasil cek kesehatan gratis menemukan bahwa masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada kelompok bayi baru lahir, yakni kekurangan hormon tiroid, penyakit jantung bawaan kritis, dan kekurangan hormon adrenal.

Skrining ini memang untuk mengetahui penyakit sejak dini sehingga kita bisa obati lebih dini.

Sementara pada balita, masalah kesehatan yang banyak ditemukan, antara lain, masalah gigi, berat badan kurang, dan tuberkulosis. Pada anak usia sekolah, masalah kesehatannya, antara lain masalah gigi dan tekanan darah tinggi.

Pada kelompok usia dewasa, masalah gigi juga ditemukan. Selain itu, masalah kesehatan lainnya, seperti kolesterol tinggi, obesitas sentral, dan tekanan darah tinggi. Pada lansia, masalah kesehatan yang banyak ditemukan, yakni gigi karies, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan gangguan penglihatan.

“Kami ada catatan pada diabetes karena angka yang tertangkap agak aneh. Di Survei Kesehatan Indonesia, angkanya sekitar 13 persen. Sementara di CKG ini kecil sekali. Seharusnya sekitar 50 persen dari tekanan darah tinggi,” kata Budi.

Ia menambahkan, cek kesehatan gratis juga fokus pada pemeriksaan kesehatan perempuan, khususnya pemeriksaan kanker payudara. Skrining kesehatan jiwa pun dijalankan mulai dari kelompok usia sekolah sampai lansia.

Pencegahan penyakit

Budi menuturkan, masalah kesehatan seperti hipertensi, obesitas, kolesterol, dan diabetes harus ditemukan sejak dini. Penyakit-penyakit tersebut merupakan pangkal dari penyakit yang menjadi penyebab kematian utama di masyarakat, yaitu stroke dan jantung.

“Kalau kita bisa kontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol, itu bisa menurunkan prevalensi (jantung dan stroke) antara 30-50 persen. Jadi tidak mesti ke rumah sakit dan bisa mengurangi kematian juga,” tuturnya.

Baca JugaDeteksi Dini Kini, Jangan Sakit Kemudian

Dengan mengetahui penyakit tersebut sejak dini, kondisi kesehatan bisa lebih terkontrol. Harapannya, kualitas hidup bisa lebih baik. Upaya ini sejalan pula dengan target pemerintah untuk memperbaiki tingkat harapan hidup dan tingkat harapan hidup sehat masyarakat di Indonesia.

Budi menyampaikan, pemerintah telah menargetkan usia harapan hidup masyarakat bisa meningkat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Selain itu, usia harapan hidup sehat juga ditingkatkan dari 60 tahun menjadi 65 tahun.

Meski begitu, Budi menyampaikan, tata laksana penyakit yang terdeteksi dalam cek kesehatan gratis masih menjadi persoalan. Sebagian besar kasus penyakit yang ditemukan belum terkendali.

Pada kasus hipertensi, misalnya, dari 6,1 juta peserta yang terdiagnosis hipertensi, hanya 6,3 persen yang menerima obat untuk tiga bulan dengan kontrol dari petugas kesehatan. Selain itu, hanya 3,1 persen dari jumlah tersebut dengan kondisi hipertensi yang terkendali.

Hal tersebut ditemukan pula pada kondisi diabetes. Dari 295.000 peserta CKG yang terdiagnosis diabetes hanya 12,6 persen yang menerima obat untuk tiga bulan dan hanya 2,3 persen dengan kondisi diabetes yang terkendali.

Pada kasus kanker payudara bahkan dari 20.542 peserta yang ditemukan dengan kondisi abnormal payudara, hampir 40 persen tidak melanjutkan tata laksana untuk melakukan kontrol ulang. Padahal, dari 3.100 orang yang datang ke rumah sakit, sebanyak 1.400 di antaranya terdeteksi memiliki kanker.

“Ini yang tahun ini kita ingin masifkan. Jadi orang yang sudah ada gejala-gejala atau faktor risiko, itu langsung kita obati sehingga tidak usah masuk rumah sakit, tidak usah stroke, dan tidak usah kena serangan jantung,” katanya.

Baca JugaCek Kesehatan Anak Sekolah, Mengubah Budaya Sehat Perlu sejak Dini

Untuk itu, Budi mengatakan, pemerintah akan terus memperluas cakupan program CKG di masyarakat. Selain lewat program cek kesehatan gratis anak sekolah, pemerintah tahun ini akan menggencarkan pemeriksaan pada lingkungan tempat kerja.

“Tahun ini tidak hanya Kementerian Kesehatan yang bergerak, namun juga Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) dan Kemenaker (Kementerian Tenaga Kerja). Cakupan tahun lalu lebih banyak dilakukan di puskesmas dan sekolah. Tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja,” ujarnya.

Tata laksana

Wakil Ketua Komisi IX DPR dari fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris menyampaikan, program cek kesehatan gratis sebagai bagian dari program terbaik cepat Presiden Prabowo harus memiliki tujuan yang jelas. Program ini jangan hanya sekadar menargetkan capaian angka yang tinggi, melainkan harus pada perbaikan kesehatan masyarakat.

Ia mendorong agar program cek kesehatan gratis tidak sebatas menemukan penyakit pada masyarakat. Setiap kasus penyakit yang ditemukan seharusnya bisa terkontrol dan diobati dengan baik.

“Program ini harus memiliki manfaat, antara lain memperbaiki kesehatan masyarakat, meningkatkan angka harapan hidup, bukan sekadar menambah angka capaian tinggi. Follow-up harus efektif agar skrining bisa diikuti dengan pengobatan, edukasi, dan penanganan yang tepat,” tuturnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mourinho Tertawakan Rumor Kembali ke Madrid
• 23 jam lalumedcom.id
thumb
Ahmad Dhani Ungkap Tak Ada Unduh Mantu di Nikahan El Rumi: Ekonomi Lagi Kurang Baik
• 12 jam laluinsertlive.com
thumb
Warga Senegal Berpesta Rayakan Gelar Juara Piala Afrika 2025
• 12 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kena OTT KPK, Wali Kota Maidi Punya Harta Nyaris Rp 17 Miliar
• 22 menit lalurealita.co
thumb
Banjir Rendam Pekalongan, KAI Batalkan 11 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen
• 14 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.