Prabowo Sampaikan Duka atas Pesawat ATR 42-500 Hilang Kontak, Minta Evakuasi Dipercepat

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan duka cita atas peristiwa pesawat ATR 42-500  yang mengalami hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu.

"Pertama-tama, tentunya kita menyampaikan rasa keprihatinan dan duka cita yang mendalam karena sekali lagi terjadi sebuah musibah,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 19 Januari 2026.

BACA JUGA:Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Gelar OTT di Pati, Ada Bupati Sadewo?

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II

Lebih lanjut, dia menjelaskan, pada saat menerima laporan kecelakaan pesawat ATR, Presiden Prabowo langsung meminta seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat melakukan pencarian.

"Pada saat itu beliau (Presiden Prabowo) langsung memberitakan kepada seluruh jajaran terkait untuk sesegera mungkin melakukan pencarian. Bilamana telah ditemukan titik koordinat dimana pesawat tersebut mengalami musibah, untuk secepatnya dilakukan evakuasi," ungkap Prasetyo.

Prasetyo mengatakan, pemerintah terus memonitor semua proses yang berjalan. Ia mengapresiasi Basarnas, TNI dan Polri yang bekerja cepat menangani insiden tersebut.

BACA JUGA:Profil Wali Kota Madiun Maidi, Jebolan Guru dan S3 yang Kena OTT KPK Bersama 15 Orang

BACA JUGA:Dua Kali Dipanggil Kejagung, Sudirman Said Buka Suara

"Alhamdulillah seluruh jajaran kita monitor bergerak dengan cepat; Basarnas, kemudian TNI, Polri di bawah Pangdam dan Kapolda, beserta dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh gubernur, telah bergerak cepat dan telah menemukan titik di mana lokasi jatuhnya pesawat," ucap Prasetyo.

Diketahui, pesawat turboprop ATR 42-500 hilang kontak di Kabupaten Maros saat menjalankan penerbangan dari Yogyakarta menuju Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Sejauh ini, Tim SAR gabungan menemukan jenazah kedua dari total 10 korban di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep).

Jenazah korban pesawat jatuh ini ditemukan di tebing terjal dengan kedalaman sekitar 500 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Medan ekstrem dan akses yang sangat terbatas menjadi tantangan utama dalam proses pencarian dan evakuasi.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Banjir Surut, KRL Kini Bisa Lintasi Stasiun Tanjung Priok dan Kampung Bandan
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Termurah Rp1,41 Juta, Simak Daftar Harga Emas Pegadaian pada 19 Januari 2026
• 13 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
LPEI Bantu Madu Pelawan Pulau Bangka Masuk Pasar Global
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Stanford University dan 2 Kampus Asing Diklaim Minat Dukung Beasiswa Patriot
• 10 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Reksa Dana Saham Potensi Tumbuh 9%, Energi-Komoditas Motor Utama
• 6 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.