FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Kasi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, mengungkapkan bahwa saat ini tim SAR gabungan yang diberangkatkan mengevakuasi korban masih menemukan kendala berat.
Dikatakan Andi Sultan, hujan deras hingga tebalnya kabut menghalangi tim gabungan dalam proses evakuasi korban pertama.
“Sebenarnya sudah jelas masalah cuaca. Kita lihat sendiri saat ini berada juga di sini, melihat sendiri kondisinya. Dan feasibility dalam pencarian itu kita (dihalangi) kabut yang tebal,” ujar Andi Sultan kepada awak media, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan informasi terakhir yang dia peroleh, tim 4 yang digerakkan dalam proses evakuasi telah berada di posisi 100 meter dari titik ditemukannya korban pertama.
“(Evakuasinya) Dia melintir ke selatan. Makanya butuh proses lama dalam pelaksanaan ini,” sebutnya.
Sekitar pukul 16.10 WITA tadi, SRU 1 memberikan sinyal bahwa proses evakuasi terhadap korban pertama akan dilanjutkan pada Selasa (20/1/2026) besok.
Kemungkinan juga berlaku pada korban kedua yang ditemukan pada pencarian hari ketiga. Seorang perempuan yang diduga salah seorang pramugari ditemukan dalam keadaan tengkurap.
Disebutkan bahwa cuaca ekstrem di kedalaman 300 meter dari puncak gunung Bulusaraung juga menjadi penghalang.
Sekitar pukul 19.16 WITA, Tim SAR gabungan menemukan barang yang diduga milik Muh Farhan Gunawan (Co-Pilot) dan Dwi Murdiono (EOB).
Di antara barang-barang tersebut di antaranya tas kecil, dompet, pelampung, KTP, ATM, Id card, pecahan uang Rp2000, pisau lipat, tablet, hingga flare gun.
Sebelumnya, Tim SAR kembali menemukan korban dalam peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep.
Berdasarkan informasi yang didapatkan fajar.co.id, korban yang terbaru ditemukan diketahui berjenis kelamin perempuan dan dalam kondisi meninggal dunia.
Kepastian tersebut disampaikan Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, saat memberikan keterangan kepada awak media di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar, Senin (19/1/2026).
“Telah ditemukan satu korban,” kata Syafii kepada awak media.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa identitas korban masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari tim Disaster Victim Identification (DVI).
“Nanti mungkin (identitas korban) persisnya dari DVI, tapi dari informasi awal bahwa korban pertama yang kita temukan berjenis kelamin laki-laki dan kedua informasi yang kita dapatkan berjenis kelamin perempuan,” bebernya.
Syafii menjelaskan, korban ditemukan di medan yang sangat ekstrem. Lokasi penemuan berada di area tebing Gunung Bulusaraung yang dikenal terjal dan curam.
Korban kedua tersebut ditemukan pada kedalaman sekitar 500 meter dari puncak gunung, sehingga proses evakuasi membutuhkan kehati-hatian ekstra serta keterlibatan personel dengan keahlian khusus. (Muhsin/fajar)





