VIVA – Generasi muda saat ini menghadapi tekanan kerja dan kehidupan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Lembur panjang, side hustle, magang tak dibayar, ujian, hingga tekanan media sosial membuat banyak anak muda merasa kelelahan bahkan sebelum memasuki usia 30.
Fenomena unik muncul sebagai jawaban atas kondisi ini, yaitu “Gen Z Retirement Home” di Gopeng, Malaysia. Bisa disebut sebagai “panti pensiun khusus Gen Z”, retreat ini menawarkan wadah bagi generasi muda untuk sejenak melepaskan tekanan kerja dan rutinitas modern.
Terletak di lingkungan hijau yang tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota, retreat ini menekankan pemulihan mental. Scroll untuk info lebih lanjut...
Melansir dari NDTV, konsep "panti" ini sederhana. Peserta tinggal, makan, dan bebas dari deadline, jadwal, atau target produktivitas.
Fokus utama adalah istirahat total, mindfulness, dan pemulihan mental. Untuk biaya, sekitar RM2.000 per bulan, setara Rp8,2 juta, dan peserta sudah mendapatkan akomodasi, makanan, dan kebebasan penuh untuk beristirahat.
Popularitasnya pun terlihat, yang mana retreat ini langsung penuh untuk bulan pertama sejak dibuka. Ini menandakan tingginya permintaan generasi muda akan istirahat panjang dari kesibukan bekerja.
Sebagaimana diketahui, saat ini banyak Gen Z yang menghadapi tekanan kerja tinggi, jam kerja panjang, dan budaya yang memuja kesibukan tanpa henti. Mereka kerap memiliki beberapa pekerjaan sekaligus, menghadapi target yang menumpuk, dan terus terhubung secara digital, sehingga kelelahan atau burnout muncul lebih cepat dibanding generasi sebelumnya.
Retreat Malaysia ini memantulkan apa yang semakin terlihat, yaitu keinginan untuk melambat sebelum burnout menjadi permanen. Respons publik terhadap retreat ini pun sangat positif.
Banyak anak muda menilai program ini bukan sekadar kemewahan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kesehatan mental. Retreat ini juga menjadi contoh nyata bahwa generasi muda mulai menempatkan istirahat dan kesejahteraan mental sebagai prioritas.
Fenomena “pensiun dini” ini menandai perubahan cara pandang terhadap kerja. Banyak Gen Z mulai mencari alternatif dari budaya hustle yang menuntut produktivitas tanpa batas. Retreat semacam ini sejalan dengan tren seperti quiet quitting, career break, retreat spiritual, mindfulness, dan slow living, yang menunjukkan fokus pada keseimbangan hidup dan stabilitas emosional dibanding sekadar pencapaian materi.



