JAKARTA, KOMPAS.com - Akun Instagram pengemudi sepeda motor yang marah saat ditegur polisi karena melawan arah di Jalan Lebak Bulus Raya, Jakarta Selatan diserang warganet.
Pengendara berinisial J itu menyayangkan adanya ancaman dan teror dari warganet yang membawa-bawa anaknya.
“Akun saya sudah diserang juga, bahkan sampai kirim-kirim foto anak saya juga dalam bentuk ancaman,” ujar J saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Sebut Polisi Pencitraan, Pemotor Lawan Arah: Saya Ngaku Salah, Tak Patut Ditiru
Dia mengaku sudah menyampaikan perminta maafannya kepada polisi wanita yang saat itu menegurnya melalui pesan langsung (direct message) Instagram.
Berdasarkan tangkapan layar dari ruang obrolan J dengan polisi wanita itu, permintaan maaf J disambut baik.
Polisi wanita itu mengimbau agar J tidak melakukan perbuatan serupa di masa yang akan datang. J sudah mengunggah video berisi permintaan maafnya di akun pribadinya.
“Saya hanya DM polwan yang ada di video dan sudah meminta maaf,” kata J.
Baca juga: Usai Marah-marah Saat Razia, Pemotor Lawan Arah Minta Maaf ke Polisi Lewat DM
J mengakui perbuatannya yang melawan arah di jalan adalah suatu kesalahan yang tidak patut ditiru oleh masyarakat. Ditambah lagi, saat itu ia malah marah-marah kepada polisi yang memintanya untuk memutar balik.
“Saya sudah mengakui kesalahan saya. Itu tidak patut untuk ditiru. Apalagi sampai marah-marah,” kata dia.
Sebelumnya, J menjadi sorotan publik setelah terekam video marah-marah kepada polisi lalu lintas yang sedang melakukan penertiban pengendara motor di Jalan Lebak Bulus Raya, Kamis (15/1/2026).
Dalam video tersebut, polisi menegur para pemotor yang melawan arah dengan menggunakan badan jalan arah Ciputat di sisi kiri untuk menuju Pondok Pinang.
Salah satu pemotor berbaju hitam, yang belakangan diketahui berinisial J, tampak tidak terima.
Baca juga: Pengemudi Mobil Lawan Arah Masuk Exit Tol Ditilang Polisi, Ngakunya Tak Tahu Jalan
Ia menuding polisi hanya melakukan pencitraan karena merekam proses penertiban.
Tak berhenti di situ, J bahkan kembali melontarkan protes setelah memutar balik kendaraannya.
“Drama, (pakai) kamera ini drama. Pencitraan doang kalian semua!” teriaknya sambil menunjuk kamera.
“Woy, apa?! Ada kamera? Saya enggak takut!” ujarnya.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477120/original/068290900_1768809455-IMG-20260119-WA0009__1_.jpg)
