Sepanjang pertandingan, dukungan WNI terus mengalir dari tribun stadion. Kehadiran dan antusiasme suporter Indonesia menjadi suntikan moral penting bagi para pemain Garuda Amputasi, meski hasil akhir belum berpihak.
Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, Muhammad Al Aula, yang hadir langsung menyaksikan laga tersebut, menyempatkan diri mengunjungi ruang ganti tim usai pertandingan. Ia memberikan apresiasi dan semangat kepada para pemain serta ofisial tim nasional.
“KBRI Tokyo mengapresiasi perjuangan keras Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia. Antusiasme dukungan WNI di Jepang yang hadir langsung di tribun menunjukkan rasa hormat atas perjuangan para pemain di lapangan. Meski hasil belum berpihak, usaha maksimal yang ditunjukkan patut dibanggakan. Semoga ke depan hasil yang diraih bisa lebih baik,” ujar Muhammad Al Aula dalam siaran pers KBRI Tokyo.
Baca juga: John Herdman Dihadapkan dengan Tekanan Besar di Indonesia
Pelatih Kepala Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia, Syahrul Ase, menilai keunggulan taktik dan strategi lawan menjadi bahan evaluasi penting bagi tim ke depan. Ia menyoroti aspek stamina dan pengambilan keputusan cepat sebagai fokus pembenahan setelah mengikuti turnamen ini.
“Stamina pemain ke depan harus terus ditingkatkan. Selama tiga hari pertandingan kami mendapatkan pengalaman berharga. Banyak pelajaran yang kami ambil dari Jepang, Polandia, dan Spanyol, terutama dalam cara menyerang, bertahan, melakukan passing, serta mengambil keputusan cepat di lapangan. Terima kasih atas dukungan WNI di Jepang dan perhatian dari KBRI Tokyo,” kata Syahrul.
Salah satu pemain bertahan Timnas Indonesia, Aziz Firmansyah, juga mengakui bahwa ICC 2026 menjadi ajang pembelajaran penting bagi tim. Menurutnya, menghadapi tim-tim kuat dunia memberikan pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan ke depan.
“Kami sudah berjuang maksimal meski hasil belum sesuai harapan. Selama tiga hari menghadapi Jepang, Polandia, dan Spanyol, kami mendapatkan banyak pelajaran. Ke depan kami akan tampil lebih maksimal agar Timnas bisa terus berkembang dan berpartisipasi di lebih banyak ajang internasional,” ujar pemain asal Sumedang tersebut.
Amputee Football ICC 2026 berlangsung pada 16–18 Januari 2026 dan diikuti oleh empat negara, yakni Indonesia, Jepang, Polandia, dan Spanyol. Dalam turnamen ini, Indonesia sebelumnya kalah 0-3 dari Jepang dan takluk 2-9 saat menghadapi Polandia, sebelum kembali menelan kekalahan dari Spanyol.
Di sisi lain, Spanyol sempat kalah dari Polandia pada laga pembuka turnamen. Tuan rumah Jepang juga mengalami kekalahan dari Spanyol serta kembali menelan hasil negatif saat menghadapi Polandia pada laga terakhir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KAH)





