ChatGPT Go Sudah Rilis Global, Bakal Tes Iklan di Versi Gratis

medcom.id
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta: OpenAI telah resmi meluncurkan ChatGPT Go ke seluruh dunia, membuka akses terhadap paket langganan baru lebih terjangkau bagi pengguna di berbagai negara. Paket ini sebelumnya pertama kali diperkenalkan di India pada Agustus 2025.
 
OpenAI kemudian memperluas paket ini ke lebih dari 170 negara sebelum akhirnya menjadi tersedia di semua pasar tempat layanan ChatGPT beroperasi, termasuk Amerika Serikat dan kawasan lain di dunia. Sebagai informasi, ChatGPT Go merupakan paket langganan, diposisikan di antara versi gratis dan langganan ChatGPT Plus.
 
Dengan harga sekitar USD8 (Rp135.272) per bulan di Amerika Serikat (AS), harga dapat berbeda berdasarkan daerah dan mata uang lokal, paket Go memberikan peningkatan signifikan dari versi gratis tanpa harus beralih ke paket Plus atau Pro lebih mahal.

Menurut pengumuman resmi OpenAI, pelanggan ChatGPT Go akan mendapatkan sejumlah peningkatan penting ketika menggunakan versi model GPT terbaru, yaitu GPT-5.2 Instant, dirancang untuk tugas harian seperti penulisan teks, pembelajaran, penciptaan konten visual, dan penyelesaian tugas sehari-hari.
 
Beberapa keuntungan yang ditawarkan oleh ChatGPT Go dibandingkan dengan versi gratis meliputi batas penggunaan lebih tinggi, termasuk jumlah pesan, unggahan berkas, dan pembuatan gambar jauh lebih besar, diklaim mencapai hingga 10 kali lipat dari yang tersedia di paket gratis. 
 
Selain itu, ChatGPT Go juga menawarkan keuntungan soal memori percakapan lebih panjang dan jendela konteks diperluas, sehingga AI dapat mengingat lebih banyak detail saat berinteraksi dalam sesi percakapan lebih panjang.
 
Sebagai informasi, paket Go tidak menyediakan fitur model berpikir lanjutan atau alat seperti Codex di paket Plus atau Pro, tetapi tetap menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan akses lebih dari sekadar versi gratis tanpa komitmen biaya tinggi.
 
Dengan peluncuran ChatGPT Go secara global, OpenAI kini menawarkan tiga tingkatan langganan bagi pengguna di seluruh dunia, termasuk ChatGPT Go, sekitar USD8 (Rp135.272) per bulan, akses ke GPT-5.2 Instant dengan batas penggunaan lebih tinggi dibanding versi gratis. 
 
Selain itu, OpenAI juga menawarkan ChatGPT Plus, sekitar USD20 (Rp338.180) per bulan, menawarkan akses ke model GPT-5.2 Thinking dan fitur lanjutan lain, serta ChatGPT Pro, sekitar USD200 (Rp3,4 juta) per bulan, paket tertinggi dengan akses penuh ke GPT-5.2 Pro serta fitur lebih luas.
 
Langkah ini memperluas pilihan langganan secara global dan memberi pengguna fleksibilitas dalam memilih paket sesuai kebutuhan serta anggaran mereka. Seiring peluncuran ChatGPT Go, OpenAI juga mengonfirmasi rencana untuk mulai menguji iklan pada versi gratis dan paket Go di pasar Amerika Serikat dalam beberapa minggu mendatang.
 
Model pengujian ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menjaga keterjangkauan layanan AI sambil menjelajahi sumber pendapatan baru di luar langganan berbayar. Menurut pernyataan resmi, iklan yang diuji akan muncul secara terpisah dan jelas dilabeli sebagai konten bersponsor, tanpa memengaruhi atau mencampuri jawaban yang dihasilkan oleh ChatGPT.
 
Selain itu, OpenAI mengklaim iklan yang diuji tidak memanfaatkan percakapan atau data pribadi pengguna untuk keperluan penargetan iklan, serta tidak menjual data percakapan ke pihak ketiga. Iklan yang diuji juga diklaim tidak ditampilkan dalam topik sensitif seperti kesehatan, mental, atau politik guna menjaga kualitas dan kepercayaan produk.
 
Pada paket berbayar lain seperti Plus, Pro, Business, dan Enterprise, iklan dipastikan tidak akan ditayangkan, sehingga pengalaman pengguna tetap bebas dari iklan. Peluncuran ChatGPT Go secara global dipandang sebagai langkah signifikan dalam upaya OpenAI untuk mendemokratisasi akses kecerdasan buatan tingkat lanjut ke lebih banyak pengguna di seluruh dunia.
 
Dengan harga relatif terjangkau dan peningkatan kapasitas penggunaan dibandingkan dengan versi gratis, paket Go berpotensi menarik bagian besar pengguna yang membutuhkan asisten AI untuk aktivitas sehari-hari seperti pembelajaran, penulisan, dan penciptaan konten.
 
Strategi uji iklan juga menunjukkan pendekatan baru dalam monetisasi layanan AI di tengah persaingan yang kian sengit dengan platform lain yang menawarkan teknologi serupa. OpenAI berharap uji coba ini tidak mengganggu kepercayaan pengguna sekaligus membuka peluang pertumbuhan lebih luas di masa depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(MMI)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Logindo (LEAD) Fokus Turunkan Utang, Pastikan Tidak Ada Rencana Beli Kapal Baru
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
MK Tolak Gugatan Bonatua soal Ijazah Capres-Cawapres Wajib Diautentifikasi Faktual
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Korban Ke-2 Pesawat ATR 24 500 Ditemukan, Jenis Kelamin Perempuan
• 7 jam laludisway.id
thumb
Tim SAR Fokuskan Pencarian Korban Pesawat ATR di Bulusaraung
• 22 jam lalubisnis.com
thumb
Basarnas Maksimalkan Golden Time Pencarian Korban Pesawat di Medan Ekstrem
• 28 menit lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.