Anggaran MBG Tahun 2026 Meroket Jadi Rp 335 Triliun

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan, BGN mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 335 juta untuk tahun 2026.

"Kita sudah mendapat pagu anggaran Rp 268 triliun dengan dana standby Rp 67 triliun, sehingga total dianggarkan Rp 335 triliun," ujar Dadan saat ditemui di Menara Kompas, Jakarta Pusat, Senin (19/1/2026).

Dadan menuturkan, alokasi anggaran tahun 2026 jauh lebih besar dibandingkan anggaran tahun 2025 sebesar Rp 71 triliun.

"Jauh (lebih besar tahun ini), kan tahun lalu kita Rp 71 triliun, tahun ini kita Rp 335 triliun," ucap dia.

Baca juga: BGN Targetkan 82,9 Juta Penerima MBG Tahun Ini, Yakin Tercapai pada Mei 2026

Alokasi anggaran tersebut mengikuti target penyaluran program makan bergizi gratis (MBG) yang akan menyasar 82,9 juta penerima pada tahun 2026.

Dadan menyakini target tersebut dapat dicapai BGN hanya dalam waktu lima bulan saja.

"Mudah-mudahan di bulan Mei sudah selesai. Insya Allah 5 bulan," kata dia.

Dadan beralasan, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG terus bertambah dalam waktu cepat.

Ia mencontohkan, BGN menargetkan 21.000 SPPG terbentuk pada akhir Januari 2026, tetapi jumlah di lapangan telah melampaui target.

Baca juga: Anggaran MBG Tahun 2026 Capai Rp 335 Triliun, Sasar 82 Juta Warga

"Karena bulan ini saja kita targetkan di akhir Januari ini terbentuk 21.000 SPPG. Hari ini sudah 21.005 SPPG, jadi kemungkinan besar di Januari pun sudah bisa mencapai 22.000 SPPG. Ini lebih cepat 10 hari dari target," kata Dadan.

"Saya kira akhir Mei kita sudah bisa melayani seluruhnya," imbuh dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dadan mengeklaim bahwa selama satu tahun BGN terbentuk, pihaknya telah melayani 55 juta penerima manfaat.

"Di tanggal 31 Desember kemarin kamu tutup dengan 19.188 SPPG dan melayani 55 juta jiwa. Jadi perkembangannya luar biasa selama setahun. Alhamdulillah, ada kekurangan di sana-sini tapi kita perbaiki terus," ucap dia.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mendag Bilang RI Siap Kebanjiran Investasi Asia Gara-Gara Ada Ini
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Teddy Pardiyana Ungkap Sempat Buka Angkringan untuk Biayai Hidup Anak
• 23 jam laluinsertlive.com
thumb
Kakeknya dan Legenda Timnas Inggris Jadi Inspirasi John Herdman untuk Menekuni Sepak Bola
• 1 jam lalubola.com
thumb
Jadwal dan Drawing Indonesia Masters 2026, Duel Elit Pebulutangkis Dunia di RCTI
• 6 jam laludisway.id
thumb
TNI AU kerahkan RSAU bantu identifikasi korban pesawat ATR 42-500
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.