Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyebut investasi dari negara-negara Asia, termasuk China, Korea Selatan, hingga Jepang akan lebih mudah masuk ke Indonesia melalui peran Asian Trade, Tourism and Economic Council (ATTEC).
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyebut ATTEC menjadi hub strategis yang mempertemukan investor asing, khususnya dari kawasan Asia, dengan peluang investasi di Indonesia.
Menurut Budi, kehadiran ATTEC juga dapat memastikan implementasi berbagai perjanjian dagang Indonesia berjalan efektif dan langsung menyentuh pelaku usaha.
Terlebih, Menurut Budi, pendekatan business to business (B2B) kerap lebih efisien dalam mendorong investasi masuk dan memperluas pasar ekspor dibandingkan komunikasi formal antarpemerintah.
“Kadang-kadang komunikasi antara B2B itu justru sangat penting karena lebih mudah, kita komunikasi antara pelaku usaha mau investasi ke Indonesia kita dengan ATTEC bisa mencarikan mitranya. Demikian juga ketika kita mau ekspor, kita lebih memudah dapet mitra melalui ATTEC,” kata Budi seusai Grand Opening Asian Trade, Tourism dan Economics Council (ATTEC) Headquarters di Gedung Permata Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (19/1/2026).
Budi menilai, kolaborasi ini juga sejalan dengan keberadaan berbagai perjanjian dagang Indonesia dengan mitra dagang, termasuk ASEAN, China, Korea Selatan, dan Jepang. Pasalnya, menurutnya, tanpa persiapan mitra dan jejaring bisnis, manfaat perjanjian dinilai tidak akan optimal.
Baca Juga
- RI Ketergantungan Impor Bawang Putih, Kemendag Minta Pengusaha Lakukan Ini
- Kuota Impor Daging Sapi Swasta 2026 Dipangkas, Mendag Buka Suara
- Mendag: RI Kebut Perjanjian Dagang dengan Afrika Selatan-Amerika Latin pada 2026
“Jangan sampai implementasi perjanjian sudah atau perjanjian sudah ditandatangani sudah diimplementasikan tetapi kita kesulitan menjadi mitra,” ujarnya.
Apalagi, Budi mengungkap China menjadi pasar ekspor utama Indonesia. Sejalan dengan itu, Kemendag juga telah menyederhanakan mekanisme keikutsertaan pameran luar negeri dengan mengintegrasikan perwakilan lintas kementerian dalam satu paviliun nasional agar UMKM lebih mudah masuk pasar global.
Sementara itu, Ketua ATTEC Budihardjo Iduansjah mengatakan asosiasi ini dirancang sebagai pusat kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah.
Dia menilai, pembukaan kantor baru ATTEC ini juga merupakan bagian dari komitmen untuk mendatangkan investasi dari Asia ke Indonesia, sekaligus mempermudah dan memperluas kolaborasi antara investor, pemerintah, dan dunia usaha.
“Jadi ATTEC ini memang menjadi satu hub untuk bisnis-bisnis, dan government to business, business to government, dan G2G,” jelas Budihardjo.
Ke depan, ATTEC akan mengkoordinasikan pelaksanaan pameran dagang luar negeri sesuai Peraturan Menteri Perdagangan, termasuk rencana roadshow dan forum bisnis di China.
Selain itu, Budihardjo menyampaikan kantor ATTEC akan difungsikan sebagai pusat business matching bagi mitra dagang dan investor dari negara seperti China dan Korea Selatan dengan eksportir nasional.
“Ketika misalnya mitra dagang dari beberapa negara, dari China, dari Korea datang ke sini, kita membantu untuk mengumpulkan eksportir dari kita juga,” pungkasnya.




