jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan akan menindak tegas pelaku penyelundupan beras dan komoditas tani lainnya di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau (Kepri).
“(Pelaku) tangkap, (beras) dimusnahkan, pemainnya dikejar. Sudah, itu saja,” kata Purbaya saat dikonfirmasi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin.
BACA JUGA: Lagi... Polisi Bongkar Penyelundupan Beras asal Malaysia ke Kalbar
Purbaya mengaku, telah menerima laporan dari pegawainya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Sejauh ini, beras hasil penyelundupan rencananya akan dimusnahkan lantaran termasuk barang ilegal.
Menkeu pun menyebut sebagian kecil beras akan dijual dan dilelang. Langkah-langkah ini diambil untuk mencegah terganggunya pasar dalam negeri.
BACA JUGA: Akui Peluang Penyelundupan Beras Terbuka Lebar
“Nanti kami lihat ya,” tambahnya lagi.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan hasil operasi penindakan penyelundupan komoditas pangan di Karimun menemukan 1.897 ton beras yang diduga akan diselundupkan selama periode Mei hingga November 2025.
BACA JUGA: Prabowo Umumkan Swasembada Beras, Eli Salomo: Indonesia Kembali Berdiri
“Ini mengkhianati 115 juta petani kita. Tidak boleh. Tidak boleh ada yang bermain-main, apalagi ini sudah ditetapkan Presiden bahwa kita sudah swasembada,” ujar dia.
Hasil penindakan DJBC Kepri tidak hanya mencakup beras, tetapi juga berbagai komoditas pangan lainnya.
Barang bukti yang kini dititipkan oleh Badan Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (BKHIT) Kepri di gudang Kanwil DJBC Khusus Kepri antara lain beras, gula, bawang merah, bawang putih, bawang bombay, cabai kering, hingga kacang tanah.
Ia menyoroti temuan beras yang berasal dari Tanjungpinang. Menurutnya, hal itu menimbulkan kejanggalan karena wilayah tersebut tidak memiliki lahan sawah.
“Yang menarik ini ya, beras ini dari Tanjungpinang. Padahal Tanjungpinang tidak punya sawah. Lalu mau dikirim ke Palembang, sementara Palembang surplus beras 1,1 juta ton,” katanya.
Mentan menutup pernyataannya dengan menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperketat pengawasan dan menindak tegas seluruh pelaku penyelundupan pangan.(antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




