JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi kerap menertibkan debt collector atau mata elang (matel) di sepanjang Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat.
Namun matel kerap muncul kembali saat petugas tidak berada di lokasi.
"Nah ketika (di lokasi) enggak ada, berarti tahu bahwa polisi datang. Ketika polisi enggak ada, mungkin balik lagi," kata Kanit Reskrim Polsek Cengkareng Iptu Aang Kaharudin saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Kisah Matel yang Pilih Mundur Ketimbang Paksa Tarik Motor
Padahal, menurut Aang, pihaknya telah menindaklanjuti keresahan warga dengan menggelar patroli rutin setiap hari.
"Setiap Perwira Pengawas (Pawas) hari itu yang piket, setelah apel sekitar jam 10.00 atau paling lambat jam 11.00 sudah patroli Matel. Itu diperkirakan sampai jam 14.00 siang," jelas Aang.
Lebih lanjut, Aang menegaskan jika petugas menemukan mata elang yang sedang mangkal saat patroli, pihaknya tidak akan segan untuk membawa mereka ke kantor polisi untuk dilakukan pembinaan.
"Pasti kita amankan. Kita ambil keterangan, kemudian buat pernyataan tidak mengulangi lagi. Pembinaannya pun nanti bukan di Reskrim, tapi di Binmas," tutur Aang.
Baca juga: Matel Buka Suara: Tak Semua Kendaraan yang Ditarik Langsung Jadi Milik Leasing
Berdasarkan pemantauan Kompas.com, terdapat setidaknya empat titik yang digunakan sebagai tempat "mangkal" oleh para matel di kawasan Daan Mogot.
Titik pertama merupakan di Taman Kota, Cengkareng, Jakarta Barat, tepatnya di bawah Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Rumah Pompa.
Terpantau ada tiga orang mata elang yang tengah beroperasi dan memantau pelat nomor kendaraan yang melintas dari arah Grogol menuju Kalideres.
Terlihat para matel itu sibuk mengetik nomor polisi kendaraan yang melintas sambil berulang kali menengok ke arah layar dan jalanan.
Salah satu matel itu terlihat mengetik di layar ponselnya sambil duduk di atas motor yang diparkir di sisi jalan.
Titik kedua di Halte Jembatan Gantung, terlihat sekitar lima orang matel beroperasi tepat di tikungan menuju ke kawasan Basmol.
Baca juga: Keluh Mata Elang Usai Aplikasi Matel Dihapus: Kami Tak Bisa Kerja Lagi
Sementara di arah sebaliknya, dari Kalideres menuju Grogol, terdapat lokasi matel beroperasi di seberang Halte Transjakarta Pesakih.
Di Pesakih, terlihat ada sekitar tiga orang matel yang beroperasi sambil duduk di halte tempat penumpang menunggu armada JakLingko.
Sementara, titik lainnya juga berada di seberang Halte Transjakarta Jembatan Baru arah Grogol yang ditempati oleh dua orang.
Keduanya terlihat mengenakan pakaian serba hitam dan duduk di atas motornya masing-masing.
Baca juga: Akses Terbuka Aplikasi: Dari Mana Data Nasabah Bisa Diakses Matel?
Serupa dengan yang lainnya, tangan kedua matel itu sibuk mengetik di layar ponsel, sementara matanya berulang kali menengok untuk memantau pelat kendaraan yang melintas.
Meski begitu, mereka hanya memantau dan tak terlihat adanya kendaraan yang diberhentikan.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang


