Menakar Profesionalisme Petugas Haji 2026, Guru Besar UIN: Melayani Jemaah Bukan Sekadar Formalitas

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menegaskan standar tinggi bagi Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026.

Dalam fase krusial persiapan menuju Tanah Suci, para petugas diingatkan bahwa peran mereka adalah pelayan sepenuhnya.

Di mana, memiliki kompeten secara fisik maupun psikologis.

BACA JUGA:Kemenhaj Siapkan Skema Pergerakan 525 Kloter Jemaah Haji 2026, Ini Perbedaan Gelombang I dan II

Demikian mengemuka dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) PPIH Tahun 2026 yang digelar di Jakarta, Senin (19/1/2026).

Upaya ini disebutkan, merupakan bagian dari reformasi rekrutmen besar-besaran yang dilakukan pemerintah untuk menyaring individu terbaik dari lebih 10.000 pendaftar di seluruh Indonesia.

Guru Besar Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Abdul Mujib, yang hadir memberikan pembekalan, menekankan pentingnya perubahan paradigma petugas.

Dalam perspektif psikologi industri dan organisasi, kesuksesan pelayanan haji sangat bergantung pada sikap mental individu di lapangan.

"Yang paling penting adalah sikap dan perilaku. Petugas harus melayani, bukan dilayani," tegas Prof. Mujib.

Menurutnya, petugas terpilih harus memiliki semangat "mengada", sebuah konsep di mana kehadiran mereka memberikan dampak nyata bagi jemaah, bukan sekadar kehadiran formalitas untuk menunaikan ibadah pribadi.

BACA JUGA:Kemenhaj Pastikan Embarkasi Yogyakarta dan Banten Operasional Mulai Musim Haji 2026 Ini

Selain itu, perubahan lingkungan yang ekstrem, mulai dari perbedaan iklim hingga budaya, sering kali memicu stres bagi jemaah haji.

Prof. Mujib menjelaskan bahwa kondisi psikologis jemaah sangat fluktuatif, baik bagi mereka yang berasal dari perkotaan maupun perdesaan.

Dalam konteks ini, petugas dibekali kemampuan dasar mitigasi krisis emosional.

Meski tidak dituntut menjadi psikolog, PPIH wajib memiliki kemampuan penanganan awal (psychological first aid).

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kakorlantas Minta Jajaran Fokus Hadapi Operasi Ketupat 2026, Ikhlas Layani Masyarakat
• 4 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Diskon 50 Persen Iuran Jaminan Kerja bagi Ojek-Sopir hingga Maret 2027
• 16 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mensesneg Sebut Sudah Ada BUMN yang Ditugaskan Urus Tekstil
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Tangkap Wali Kota Madiun Lewat OTT di Kasus Dugaan Korupsi Dana CSR
• 47 menit lalukatadata.co.id
thumb
Selain Wali Kota Madiun, KPK Juga Gelar OTT di Pati, Ada Bupati Sadewo?
• 6 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.