jpnn.com, JAKARTA - Holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) memasuki tahun keempat pada 2026.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono menuturkan sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney menjalankan perjalanan transformasi yang berfokus pada penguatan fundamental anak perusahaan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
BACA JUGA: Sambut Imlek 2026, ANTAM Luncurkan Emas Batangan Year of the Horse
InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis lintas portofolio, termasuk transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan International Medical Tourism di KEK Sanur, serta pengembangan Mandalika dan Golo Mori.
Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung global.
BACA JUGA: InJourney Group Terus Bergerak Bantu Pemulihan Korban Bencana di Sumatra
“Transformasi bisnis yang dilakukan selama empat tahun terakhir menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun InJourney menjadi sebuah BUMN yang transparan dan akuntabel, dan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan,” kata Maya.
"Ke depan, InJourney akan melanjutkan transformasi ini, dengan tetap adaptif untuk menyesuaikan dengan berbagai perubahan yang sangat cepat, seperti yang terjadi pada masa saat ini. Kami berharap seluruh prakarsa InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai yang lebih besar bagi perekonomian nasional," imbuhnya.
BACA JUGA: SIG Ciptakan Peluang Bisnis di 2026 Lewat Infrastructure Summit
Memasuki tahun keempat perjalanannya, InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi.
Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, keberlanjutan diposisikan sebagai kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang, menjadikan pariwisata sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial, serta membangun pijakan hijau bagi masa depan Indonesia.
“Pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan. Karena berkarya adalah tentang menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak. InJourney harus menjadi contoh bahwa pariwisata yang baik adalah pariwisata yang mengangkat martabat dan kesejahteraan masyarakat setempat,” tutur Iwan Setyawan, Komisaris Utama InJourney.
Dia menegaskan pariwisata yang hebat harus tumbuh seiring dengan komitmen kuat terhadap pelestarian alam dan budaya. Menurutnya, keberlanjutan bukan pilihan, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia.
Dari sisi aspek lingkungan, sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 tonCO?e.
Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group.
Inisiatif ini dirancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan.
InJourney mengimplementasikan berbagai inisiatif strategis yang mencakup pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, serta program rehabilitasi lingkungan.
Hingga saat ini, InJourney telah mengoperasikan 716 unit kendaraan dan peralatan listrik, terdiri atas ground support equipment (GSE), buggy car, mini bus, golf cart, dan moda transportasi lainnya di berbagai destinasi pariwisata, sebagai langkah konkret untuk menurunkan ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mengurangi emisi operasional.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, InJourney juga menjalankan program penanaman 40.000 pohon mangrove di seluruh wilayah operasional. Program ini diproyeksikan dapat memperkuat ketahanan ekosistem pesisir dan mendukung keberlanjutan destinasi pariwisata.
“Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan komitmennya menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan, efisiensi sumber daya, serta meninggalkan legacy hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” seru Maya.(chi/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Aman di Kulit, Deterjen Sayang Hijab Lavender Tanpa SLS & Paraben
Redaktur & Reporter : Yessy Artada

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476718/original/025057300_1768796045-Immanuel_Ebenezer.jpg)

