Surabaya, VIVA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam memastikan keamanan, mutu, dan kepatuhan produk kosmetik yang beredar di masyarakat. Upaya ini dinilai krusial, terutama di tengah pesatnya pertumbuhan pelaku usaha kosmetik skala kecil dan menengah di Indonesia.
Isu keamanan kosmetik menjadi perhatian serius karena produk yang tidak memenuhi standar dapat berdampak langsung pada kesehatan kulit masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan regulasi dan edukasi sejak tahap produksi dinilai sebagai langkah preventif untuk melindungi konsumen. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Komitmen tersebut tercermin dalam peresmian Coaching and Development Centre UMKM Kosmetik di Surabaya, yang melibatkan BPOM sebagai mitra strategis. Pusat pembinaan ini diharapkan menjadi wadah edukasi bagi pelaku UMKM kosmetik agar memahami standar keamanan, mutu, dan regulasi yang berlaku.
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan produk kosmetik yang aman dan berdaya saing.
“Sinergi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci dalam penguatan ekonomi. Kolaborasi BPOM dengan KOSMESIA diharapkan mampu menciptakan UMKM kosmetik yang unggul dan berdaya saing,” ujar Taruna Ikrar dalam keterangannya, dikutip Senin 19 Januari 2026.
Melalui pendampingan ini, BPOM mendorong pelaku UMKM kosmetik agar tidak hanya fokus pada tren pasar, tetapi juga mengedepankan aspek keamanan bahan, proses produksi yang baik, serta kepatuhan terhadap standar Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB).
Pendekatan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan literasi kesehatan masyarakat, mengingat produk kosmetik bersentuhan langsung dengan kulit dan digunakan dalam jangka panjang. Edukasi yang tepat diharapkan mampu menekan peredaran produk ilegal atau tidak terdaftar yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Founder KOSMESIA, Shandy Purnamasari, menyampaikan bahwa peresmian pusat pembinaan ini menjadi bagian dari tanggung jawab industri dalam mendukung regulasi kesehatan.
“Di ulang tahun Kosmesia ke-7 ini kami maknai sebagai fase untuk semakin bertanggung jawab dan berdampak. Inisiatif ini juga untuk mampu mendampingi pelaku usaha secara terstruktur dalam meningkatkan standarisasi produk, kualitas produksi dan pengembangan bisnis agar mampu memenuhi regulasi serta arahan BPOM,” ujar Shandy.


