Penulis: Tri Cahyo Nugroho
TVRINews – Lyon, Prancis
Endrick, striker Lyon asal Brasil, yakin bahwa klub dan gaya permainannya sangat ideal untuk mencapai tujuannya bersinar kembali untuk meyakinkan pelatih Timnas Brasil Carlo Ancelotti.
Jadwal latihan perdana Endrick bersama Olympique Lyonnais sempat tertunda beberapa waktu akibat masalah birokrasi. Seperti dikabarkan sebelumnya, striker asal Brasil berusia 19 tahun itu dipinjamkan dari Real Madrid CF pada transfer musim dingin musim 2025-2026.
Alhasil, penyerang tengah bernama lengkap Endrick Felipe Moreira de Sousa baru bisa melakukan debut bersama Lyon di babak 32 besar Piala Prancis (Coupe de France) pada 11 Januari lalu, saat timnya menang 2-1 atas LOSC Lille.
Kedatangan Endrick ke Lyon ternyata telah menimbulkan sensasi dan Endrickmania telah meledak. Dia disambut seperti bintang dan telah menghasilkan kehebohan besar di media sosial klub.
Seperti diketahui, beberapa waktu lalu Endrick memutuskan bahwa dia harus meninggalkan Real Madrid pada bulan Januari. Bahkan Carlo Ancelotti, mantan pelatih Madrid yang kini menangani Timnas Brasil, menyarankannya untuk melakukan itu pada bulan November.
Saran Ancelotti ini merupakan pesan terselubung kepada sang striker dan cara yang jelas untuk menghilangkan keraguan. Peluang sekecil apa pun Endrick untuk pergi ke Piala Dunia 2026 bergantung pada kesempatan bermain di luar Santiago Bernabeu. Itu bakal membuktikan bahwa dia layak mendapatkan tempat sebagai pemain nomor 9.
Endrick kali pertama dipanggil Timnas Brasil pada 17 November 2023, saat Selecao dibekap Kolombia 1-2 di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Amerika Selatan.
Endrick mencetak gol pertamanya untuk Timnas Brasil hanya pada laga ketiganya, saat menumbangkan Inggris 1-0 di laga persahabatan. Ia lalu mencetak masing-masing satu gol dalam dua laga persabahatan berikutnya saat imbang dengan Spanyol 3-3 dan menang atas Meksiko 3-2.
Pada sepanjang 2024, sepertinya posisi pemain nomor 9 di Timnas Brasil hampir pasti menjadi milik Endrick. Namun ternyata situasi berubah drastis pada 2025. Sempat dimainkan di leg kedua perempat final Liga Champion 2024-2025 melawan Arsenal FC (kalah 1-2), Endrick lalu mengalami cedera paha menjelang akhir Mei 2025 saat melawan Real Sociedad di La Liga.
Setelah pulih, Endrick hanya tiga kali dimainkan oleh Madrid sepanjang musim 2025-2026 ini, dengan masing-masing sekali di La Liga, Liga Champion, dan Piala Raja (Copa del Rey).
Brasil sendiri dijadwalkan bakal menjalani dua pertandingan persahabatan pada bulan Maret melawan Prancis dan Kroasia. Itu artinya, Endrick hanya memiliki waktu kurang dari dua bulan untuk mendapatkan kembali posisinya di Timnas Brasil, yang terakhir diperkuatnya pada 26 Maret 2025, saat kalah dari Argentina 3-4 di kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keputusannya bergabung dengan Lyon bukan tanpa pertimbangan cermat dan teliti. Sebelum mengambil keputusan, Endrick menonton banyak pertandingan Lyon dan menyukai sistem serta gaya bermain mereka.
Klub meyakinkan Endrick bahwa ia akan menjadi pemain inti. Sang striker percaya bahwa gaya permainan klub Prancis itu cocok dengan gaya bermainnya. Dengan sering dipasang, Endrick praktis bisa mendapatkan waktu bermain yang konsisten. Percakapannya dengan pelatih Lyon Paulo Fonseca pada bulan November juga sangat penting. Sang pelatih juga membuatnya mengerti bahwa gaya bermainnya sangat ideal untuknya. Sebelum itu, pada Oktober lalu, Lyon telah memulai pembicaraan dengan direktur olahraga Matthieu Louis-Jean.
Endrick juga melihat Lyon pernah membesarkan nama-nama asal Brasil, salah satunya dan yang paling fenomenal tentu saja Juninho Pernambucano. Kendati mulai bisa menikmati situasi baru di Lyon, mereka tidak memiliki opsi untuk membeli Endrick dari Madrid saat peminjamannya selesai nanti.
Jalan yang Jelas di Lyon dan Persaingan di Brasil
Surat kabar L’Equipe juga memuat pernyataan dari legenda Brasil, Romario, yang menyatakan dukungannya untuk Endrick, yang selalu dipandang di negaranya sebagai calon penyerang nomor 9 untuk tim nasional.
“Dia salah satu penyerang nomor 9 terbaik yang dimiliki Brasil. Sayangnya, dia tidak memiliki banyak kesempatan di Real Madrid, tetapi dia pemain hebat. Dia memiliki naluri mencetak gol, itu ada dalam darahnya, dan saya pikir dia akan mencetak gol lagi untuk Lyon. Saya mendukungnya,” tutur Romario.
Saat ini, tugas Endrick adalah mendapatkan posisi utama di klub. Melihat persaingan, rasanya hanya Martin Satriano, pinjaman dari RC Lens yang sempat dikaitkan dengan Levante, yang menjadi pesaing berat Endrick.
Namun, Satriano hanya mampu mencetak dua gol dari 13 laga di Ligue 1, yang delapan di antaranya ia mulai sebagai starter. Sementara, Endrick baru dua kali dimainkan, masing-masing sekali di Ligue 1 (membuat satu assist) dan sekali di Piala Prancis (mencetak gol).
Timnas Brasil asuhan Ancelotti sendiri masih membuka posisi nomor 9. Estevao dan Joao Pedro (Chelsea FC), Luiz Henrique (Zenith St Petersburg), Matheus Cunha (Manchester United), Richarlison (Tottenham Hotspur), Rodrygo (Real Madrid), Vinicius Junior (Real Madrid), dan Vitor Roque (Palmeiras) adalah para penyerang dalam daftar skuad terakhir Carlo.
Untuk peran Endrick, pesaing utamanya adalah Joao Pedro, yang bersinar di final Piala Dunia Antarklub dengan dua gol, Cunha, dan Richarlison, pemain nomor 9 di Piala Dunia 2022 Qatar, yang dikenal baik oleh Ancelotti saat keduanya bersama di Everton.
Namun, Ancelotti juga mengawasi pemain-pemain menjanjikan lainnya seperti Kaio Jorge dari Cruzeiro dan Igor Jesus dari Nottingham Forest.
Oleh karena itu, tantangan yang menanti Endrick jauh dari mudah. Di sisi positifnya, tidak ada rekan setimnya yang memiliki terobosan seperti yang ia raih bersama Brasil, yang sudah 14 kali diperkuatnya dengan tiga gol.
Itulah mengapa dia harus kembali bersinar di Lyon, setidaknya untuk menarik kembali perhatian Ancelotti.
Editor: Redaktur TVRINews



