Surabaya (beritajatim.com) – Rumah warga di Jalan Kehakiman, Babat Jerawat, Kecamatan Pakal, Surabaya runtuh akibat sambaran petir, pada Senin malam (19/1/2026).
Insiden ini terjadi di tengah guyuran hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 19.00 WIB, bertepatan dengan berkumandangnya azan Isya.
Pemilik rumah, Dimas Priambodo mengungkapkan bahwa petir saat itu menggelegar keras, sangat dekat menyambar sawah di belakang rumahnya.
“Saat itu adzan isya, hujan deras sekali dan tiba-tiba muncul suara bergemuruh, tanah bergetar seperti gampa. Kemudian disusul oleh ambruknya tembok-tembok dan atap rumah,” ujar Dimas dikonfirmasi beritajatim.com.
Ia menyampaikan, kerusakan terparah akibat sambaran petir ini terkonsentrasi pada area kamar belakang dan dapur. Beruntung, saat kejadian seluruh anggota keluarga sedang tidak berada di titik lokasi tersebut.
“Saat itu orang tua ada di teras rumah, saya ada di ruang kamar depan. Tapi kami benar-benar kaget, karena suara dan getarannya kencang sekali,” jelasnya.
Dimas turut menceritakan detik-detik sambaran petir itu terjadi. Menurutnya, gemuruh dan getaran seperti gempa itu justru datang lebih awal, sebelum turun kilatan cayaha pertir yang terlihat menyala di area sawah belakang.
“Gemuruh dan getaran kencang seperti gempa itu datangnya lebih dulu, baru kemudian disusul oleh kilatan cahaya petir yang menyambar sangat terang,” ungkapnya.
Rumah warga Surabaya hancur disambar petirUntuk saat ini, Dimas menyampaikan, petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya sudah datang untuk melakukan pertolongan dan penanganan evakuasi bangunan.
Meskipun bagian belakang rumah hancur total, Dimas menyebutkan bahwa area depan rumah masih cukup stabil untuk ditinggali sementara waktu. Ia pun merasa bersyukur karena seluruh anggota keluarganya berhasil selamat tanpa luka sedikit pun di tengah kepanikan tersebut.
“Saat ini petugas dari gabungan Call Centre 112 dan BPBD sudah melakukan penanganan di lokasi, bersyukur kami sekeluarga dalam keadaan selamat,” pungkasnya. (rma/ted)



