Jakarta (ANTARA) - Pelatih kepala baru timnas Indonesia John Herdman menyebut Sir Bobby Robson inspirasi terbesarnya.setelah kakeknya, yang mantan tentara dan petinju profesional.
"Saya pikir dalam hidup anda memiliki banyak inspirasi. Kakek saya adalah inspirasi besar, beliau sekarang adalah petinju profesional dan anda tahu, juga eks tentara. Beliau sangat disiplin dan orang yang hebat," kata Herdman pada wawancara eksklusif dengan timnas Indonesia yang tayang dalam YouTube timnas Indonesia pada Senin.
"Maksud saya sebagai titik awal, anda melihat keluarga anda dan kemudian. Dalam hidup anda, seperti anda tumbuh dan anda bersama orang yang berbeda, saya pikir, anda tahu, menonton Sir Bobby Robson di Newcstle United, bersama rekan-rekan di utara lainnya yang berasal dari latar belakang kelas pekerja dan menjadi peziarah dalam sepak bola, dan bertandang ke banyak negara yang berbeda," tambah dia.
Herdman mengagumi perjalanan Robson saat menukangi Newcastle United selama lima tahun. Bersama Robson, prestasi terbaik The Magpies di Liga Inggris adalah menjadi tim peringkat ketiga pada musim 2002/2003 dengan 69 poin, di bawah Arsenal 78 poin, dan Manchester United 83 poin sebagai juara.
Perolehan poin The Magpies kala itu mengungguli Chelsea dan Liverpool yang berada di posisi keempat (67 poin) dan kelima (64 poin).
Newcastle menutup perjalanan karier kepelatihan Robson yang ia habiskan dengan memimpin 255 pertandingan.
Baca juga: John Herdman maklumatkan timnya sebagai "Garuda baru"
Sebelum itu, pelatih kelahiran Sacriston pada 18 Februari 1933 itu pernah melatih Fulham, Ipswich, PSV Eindhoven, Sporting, FC Porto, dan Barcelona.
Bersama enam klub itu, Robson meraih 13 gelar bergengsi, termasuk Liga Europa 1980/1981 bersama Ipswich, dua trofi Liga Belanda musim 1990/1991 dan 1991/1992 bersama PSV Eindhoven, hingga Liga Spanyol 1996/1997 bersama Barcelona.
Robson juga pelatih legendaris timnas Inggris. Ia membawa The Three Lions finis posisi keempat dalam Piala Dunia 1990 di Italia.
Pencapaian ini adalah prestasi terbaik kedua Inggris kala itu dalam Piala Dunia, setelah juara dunia pada 1966.
28 tahun kemudian pencapaian itu disamai oleh Gareth Southgate pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Saya kira dia telah menjadi inspirasi besar karena selalu menjaga akarnya dan akar utama kami, Inggris Utara, adalah selera humor yang baik. Anda harus tertawa, tetapi anda harus bekerja keras dan ada kerendahan hati. Kami tidak menerima begitu saja."
"Anda harus bekerja keras dan anda bekerja untuk hal-hal dalam hidup. Jadi saya selalu menentukan, dia sebagai insiprasi besar dalam sepak bola," kata Herdman tentang Robson, pelatih yang tutup usia pada 31 Juli 2009 itu.
Baca juga: Erick sebut FIFA Series penting untuk perkembangan timnas Indonesia
"Saya pikir dalam hidup anda memiliki banyak inspirasi. Kakek saya adalah inspirasi besar, beliau sekarang adalah petinju profesional dan anda tahu, juga eks tentara. Beliau sangat disiplin dan orang yang hebat," kata Herdman pada wawancara eksklusif dengan timnas Indonesia yang tayang dalam YouTube timnas Indonesia pada Senin.
"Maksud saya sebagai titik awal, anda melihat keluarga anda dan kemudian. Dalam hidup anda, seperti anda tumbuh dan anda bersama orang yang berbeda, saya pikir, anda tahu, menonton Sir Bobby Robson di Newcstle United, bersama rekan-rekan di utara lainnya yang berasal dari latar belakang kelas pekerja dan menjadi peziarah dalam sepak bola, dan bertandang ke banyak negara yang berbeda," tambah dia.
Herdman mengagumi perjalanan Robson saat menukangi Newcastle United selama lima tahun. Bersama Robson, prestasi terbaik The Magpies di Liga Inggris adalah menjadi tim peringkat ketiga pada musim 2002/2003 dengan 69 poin, di bawah Arsenal 78 poin, dan Manchester United 83 poin sebagai juara.
Perolehan poin The Magpies kala itu mengungguli Chelsea dan Liverpool yang berada di posisi keempat (67 poin) dan kelima (64 poin).
Newcastle menutup perjalanan karier kepelatihan Robson yang ia habiskan dengan memimpin 255 pertandingan.
Baca juga: John Herdman maklumatkan timnya sebagai "Garuda baru"
Sebelum itu, pelatih kelahiran Sacriston pada 18 Februari 1933 itu pernah melatih Fulham, Ipswich, PSV Eindhoven, Sporting, FC Porto, dan Barcelona.
Bersama enam klub itu, Robson meraih 13 gelar bergengsi, termasuk Liga Europa 1980/1981 bersama Ipswich, dua trofi Liga Belanda musim 1990/1991 dan 1991/1992 bersama PSV Eindhoven, hingga Liga Spanyol 1996/1997 bersama Barcelona.
Robson juga pelatih legendaris timnas Inggris. Ia membawa The Three Lions finis posisi keempat dalam Piala Dunia 1990 di Italia.
Pencapaian ini adalah prestasi terbaik kedua Inggris kala itu dalam Piala Dunia, setelah juara dunia pada 1966.
28 tahun kemudian pencapaian itu disamai oleh Gareth Southgate pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Saya kira dia telah menjadi inspirasi besar karena selalu menjaga akarnya dan akar utama kami, Inggris Utara, adalah selera humor yang baik. Anda harus tertawa, tetapi anda harus bekerja keras dan ada kerendahan hati. Kami tidak menerima begitu saja."
"Anda harus bekerja keras dan anda bekerja untuk hal-hal dalam hidup. Jadi saya selalu menentukan, dia sebagai insiprasi besar dalam sepak bola," kata Herdman tentang Robson, pelatih yang tutup usia pada 31 Juli 2009 itu.
Baca juga: Erick sebut FIFA Series penting untuk perkembangan timnas Indonesia





