Polsek Nanggung Buka Posko Orang Hilang Terkait Insiden Tambang Pongkor

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR, – Kepolisian Sektor (Polsek) Nanggung membuka posko orang hilang terkait insiden tambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Posko ini dibuka sejak Selasa (13/1) untuk memfasilitasi warga yang kehilangan anggota keluarga akibat insiden tersebut.

Kapolsek Nanggung AKP Ucup Supriatna menyatakan bahwa posko ini melayani warga dari tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Nanggung, Leuwiliang, dan Cigudeg. Tujuannya adalah untuk mempermudah warga melaporkan kehilangan sanak saudara mereka.

"Kami membentuk posko siaga di Polsek Nanggung supaya warga masyarakat dari tiga kecamatan bisa melaporkan sanak saudara atau keluarganya yang merasa kehilangan," ujar AKP Ucup dalam keterangan di Polsek Nanggung, Senin.

Hingga saat ini, pihak kepolisian belum menerima laporan resmi dari warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya akibat insiden tersebut. Namun, pihak kepolisian aktif melakukan jemput bola dengan mendatangi keluarga dan berkoordinasi dengan kepala desa serta tokoh masyarakat untuk memastikan informasi di lapangan.

Koordinasi dengan Masyarakat

AKP Ucup menjelaskan, posko dibuka karena ada keterbatasan tim untuk menembus seluruh area lokasi kejadian. Kondisi di dalam lubang tambang belum sepenuhnya aman karena gas CO-nya masih di ambang batas.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Pihak kepolisian terus mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada aparat apabila mengetahui atau mengalami kehilangan anggota keluarga. "Kami membuka ruang terbuka setiap hari dan setiap saat supaya warga yang merasa kehilangan keluarganya bisa melapor kepada kami," tegasnya.

Posko orang hilang ini akan tetap beroperasi hingga penanganan insiden dinyatakan selesai oleh pimpinan dan pihak terkait.

Sebelumnya, tim gabungan mengevakuasi tiga penambang di kawasan Pongkor, Kabupaten Bogor, dalam kondisi meninggal dunia. Selain itu, terdapat dua penambang lain dari Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, yang juga meninggal dunia dan telah dievakuasi secara mandiri.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : antara
Advertisement

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
DPR dan Pemerintah Tegaskan Anggaran Bencana Jangan Diselewengkan
• 11 jam lalukompas.com
thumb
Mentan Tegaskan Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Bone Demi Sejahterakan Peternak dan Dorong Ekonomi Daerah
• 20 jam lalupantau.com
thumb
Selang BBM Bocor, Bus Penumpang Terbakar di Tol Sragen-Solo
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Menhub dan Tim SAR Update Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Walkot Madiun Usai Terjaring OTT KPK: Doakan Saya Sehat
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.