Jakarta: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memfokuskan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hari keempat di wilayah perairan utara dan sisi selatan Jakarta, Senin, 19 Januari 2026. Langkah ini diambil sebagai strategi untuk mencegat awan hujan dengan intensitas tinggi agar tidak masuk ke daratan ibu kota dan memicu bencana hidrometeorologi.
“Operasi modifikasi cuaca hari keempat ini difokuskan pada wilayah perairan utara dan wilayah selatan Jakarta sebagai langkah strategis untuk mengurangi potensi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah daratan Jakarta," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD Provinsi DKI Jakarta Mohamad Yohan di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Richard Lee 4 FebruariYohan menjelaskan, operasi ini menggunakan pesawat CASA 212 A-2105 milik TNI AU yang terbagi dalam tiga sorti penerbangan. Sorti pertama dan kedua difokuskan di perairan utara Jakarta dengan ketinggian 8.000 hingga 12.000 kaki. Dalam dua sorti awal tersebut, petugas menyemai total 1.600 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl) untuk meluruhkan awan sebelum mencapai daratan.
"Pada sorti ini digunakan kembali 800 kilogram NaCl untuk mengoptimalkan peluruhan awan hujan di wilayah perairan," ujar Yohan.
Memasuki sorti ketiga pada siang hari, penyemaian beralih ke wilayah overhead Bogor dan Depok pada ketinggian 5.000 hingga 6.000 kaki. Menggunakan 800 kilogram Kalsium Oksida (CaO), petugas berupaya memecah awan potensial agar intensitas hujan di daerah hilir dapat ditekan secara signifikan.
Ilustrasi cuaca ekstrem. Foto: Dok. Antara.
Yohan menegaskan bahwa seluruh penentuan lokasi penyemaian didasarkan pada data real-time BMKG mengenai arah angin dan jenis awan. Koordinasi antara BPBD, BMKG, TNI AU, dan mitra teknis akan terus dilakukan setiap hari guna memastikan efektivitas mitigasi cuaca ekstrem di Jakarta.
"BPBD Provinsi DKI Jakarta bersama BMKG dan TNI AU akan terus melakukan evaluasi dan koordinasi harian selama periode pelaksanaan OMC untuk memastikan efektivitas upaya mitigasi cuaca ekstrem," pungkas Yohan.


