Cirebon: Sebanyak 2.145 penumpang kereta api di wilayah Cirebon membatalkan tiket perjalanan akibat terganggunya operasional kereta api. Gangguan ini terjadi imbas luapan air dan banjir di jalur kereta api petak Pekalongan–Sragi serta sejumlah wilayah Jakarta pada 17–18 Januari 2026.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menyampaikan bahwa pembatalan perjalanan merupakan langkah antisipatif yang harus diambil demi menjaga keselamatan dan keamanan pelanggan.
“Keselamatan penumpang merupakan prioritas utama KAI. Saat terjadi luapan air di sejumlah titik jalur rel, khususnya di petak jalan Pekalongan–Sragi, kami tidak dapat mengambil risiko dengan tetap mengoperasikan perjalanan kereta api sebelum jalur benar-benar dinyatakan aman,” ujar Muhibbuddin, Senin 19 Januari 2026.
Baca Juga :
Banjir Meluas, KAI Daop 3 Cirebon Rekayasa Pola OperasiIa menjelaskan, keputusan pembatalan dan pengalihan perjalanan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan langsung petugas prasarana di lapangan. Menurutnya, kondisi jalur rel yang tergenang dan terdampak banjir tidak memungkinkan dilalui dengan aman oleh rangkaian kereta api.
“Petugas prasarana kami melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi badan jalan rel, bantalan, dan sistem drainase. Selama kondisi tersebut belum memenuhi standar keselamatan perjalanan, maka perjalanan kereta api harus kami hentikan sementara,” tegasnya.
KAI Daop 3 Cirebon mencatat total pengembalian tiket akibat pembatalan mencapai Rp431.629.000. Rinciannya, pada Sabtu, 17 Januari 2026, sebanyak 495 penumpang membatalkan tiket dengan nilai Rp94.221.000, sedangkan pada Minggu, 18 Januari 2026, jumlah pembatalan meningkat menjadi 1.650 penumpang dengan nilai pengembalian Rp337.417.000.
Selain pembatalan tiket, KAI Daop 3 Cirebon juga menerapkan pola operasi overstappen atau pindah moda bagi penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan ke kota tujuan. Pengalihan moda dilakukan menggunakan bus yang disediakan KAI dari Stasiun Cirebon dan Stasiun Cirebon Prujakan menuju Brebes, Tegal, dan Pekalongan.
“Untuk memastikan pelanggan tetap mendapatkan solusi perjalanan, kami menyiapkan layanan bus sebagai moda pengganti. Layanan overstappen ini kami laksanakan secara terkoordinasi agar penumpang tetap dapat melanjutkan perjalanan dengan aman dan nyaman,” kata Muhibbuddin.
Jalur kereta api terendam banjir. Metrotvnews.com/Ahmad Rofahan
Pada Minggu malam, 18 Januari 2026, sebanyak 203 penumpang dari KA Pandalungan, Brawijaya, Sembrani, Jayabaya, Harina, dan Gumarang dialihkan perjalanannya menggunakan bus. KAI menyiapkan delapan unit bus ke arah Brebes, Tegal, dan Pekalongan serta tiga unit bus ke arah Jakarta.
Muhibbuddin menegaskan seluruh pelanggan terdampak tetap mendapatkan haknya sesuai ketentuan yang berlaku. Termasuk pengembalian bea tiket secara penuh bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan.
“KAI memastikan proses pengembalian tiket dilakukan sesuai aturan dan tanpa potongan. Kami berkomitmen memberikan kemudahan bagi pelanggan yang terdampak, baik melalui pembatalan tiket maupun pengalihan moda perjalanan,” ujarnya.
Sebagai dampak lanjutan dari gangguan prasarana akibat banjir, KAI Daop 3 Cirebon kembali melakukan pembatalan perjalanan terhadap 25 kereta api pada Senin, 19 Januari 2026. KAI terus mengerahkan petugas prasarana dan sarana untuk melakukan normalisasi lintasan, penguatan badan jalan rel, serta koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Kami terus bekerja maksimal agar jalur dapat segera dinyatakan aman dan operasional kereta api kembali normal. Kami juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengapresiasi pengertian dan kesabaran masyarakat di tengah kondisi ini,” pungkas Muhibbuddin.


