Ragam Paparan Menkes Saat Rapat Kerja dengan DPR

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Gunadi Sadikin, kembali menyampaikan sejumlah isu kesehatan publik yang menjadi fokus pemerintah pada awal 2026.

Isu ini mencakup pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, serta pentingnya deteksi dini melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pernyataan isu itu ia sampaikan saat rapat kerja di DPR, Senin (19/1).

Ia menyoroti sejumlah hal, seperti obesitas, peran pemeriksaan skrining, serta capaian program kesehatan nasional. Berikut rangkumannya.

Menkes: Gemuk Itu Masalah Untuk Kesehatan, Picu Hipertensi hingga Diabetes

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa kegemukan atau obesitas merupakan persoalan serius yang berdampak langsung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular di masyarakat, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi) dan diabetes. Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

“Nah, dewasa ini ya mungkin saya sempat agak tidak populer di sana, tapi kenyataannya memang gemuk itu masalah. Gemuk itu masalah,” ujar Budi.

Menurut Budi, kegemukan menjadi pintu masuk bagi sejumlah penyakit yang kini banyak dialami masyarakat dewasa, termasuk hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Budi menjelaskan bahwa angka penderita diabetes berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia tercatat sekitar 13 persen, namun ia menilai angka tersebut terlalu rendah dibanding prevalensi tekanan darah tinggi karena masih rendahnya deteksi melalui pemeriksaan skrining.

“Nih angkanya agak aneh. Karena Survei Kesehatan Indonesia itu 13 persen, ini rendah sekali. Dia mungkin seharusnya 50 sampai 60 persen dari tekanan darah tinggi, ya. Tapi kita ketangkapnya waktu skriningnya kenapa rendah sekali,” kata Budi.

Menkes Paparkan Hasil CKG: Dari 6 Juta Orang Darah Tinggi, 191 Ribu Terkendali

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjabarkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terkait pengendalian tekanan darah tinggi di Indonesia. Dari sekitar enam juta peserta CKG yang terdeteksi mengalami hipertensi, baru sekitar 191 ribu orang yang kondisi tekanannya berhasil dikendalikan.

“Nah kita coba jalankan di beberapa puskesmas, ya prestasinya belum bagus. Dari 6 juta yang hipertensi, yang terkendali baru 191 [ribu],” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (19/1).

Ia menegaskan bahwa hipertensi yang tidak ditangani dalam jangka panjang berisiko menyebabkan penyakit kardiovaskular serius seperti stroke dan serangan jantung.

Budi menambahkan bahwa terkendalinya hipertensi berarti peserta tidak hanya menerima obat, tetapi juga menjalani pemantauan berkala, termasuk pemeriksaan berkala setiap beberapa bulan.

“Nah kita sekarang inginnya saya adalah dari 6 juta itu 90 persen jadi terkendali. Ini yang tahun ini kita akan lakukan. Dengan memberikan obat generik murah di puskesmas,” tuturnya.

Menkes: Kanker Payudara Pembunuh Nomor Satu pada Perempuan, Bisa Dicegah Dini

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan kanker payudara masih menjadi penyebab kematian tertinggi akibat kanker pada perempuan di Indonesia. Namun, ia menekankan bahwa penyakit tersebut dapat dicegah dan ditangani lebih awal melalui deteksi dini.

“Ini khusus untuk wanita. Karena ini pembunuh nomor satu di kanker. Dengan teknologi sekarang, yang wanita kalau kanker payudara ketahuan stadium satu, itu 90 persen bisa disembuhkan,” jelas Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Budi menjelaskan bahwa sebagian besar kasus kanker payudara di Indonesia baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih kecil. Kondisi ini berbeda dengan negara-negara yang memiliki tingkat skrining rutin lebih tinggi.

Ia mendorong perempuan untuk melakukan pemeriksaan payudara secara rutin dan memanfaatkan fasilitas skrining yang disediakan pemerintah sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit tidak menular.

Menkes Minta Tiap Kantor Rutin Lakukan Cek Kesehatan Gratis, Termasuk DPR

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta agar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dilakukan secara rutin di lingkungan perkantoran, termasuk di lembaga legislatif seperti DPR. Permintaan itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR.

“Karena cakupannya yang tahun-tahun lalu dilakukan di Puskesmas dan sekolah, tahun ini kita mau lakukan di tempat kerja. Termasuk DPR Republik Indonesia, kita ukur,” ujarnya.

Budi menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin penting untuk mendeteksi dini penyakit tidak menular yang sering tidak bergejala, seperti hipertensi dan diabetes. Menurutnya, banyak penderita baru mengetahui penyakitnya setelah terjadi komplikasi.

Ia berharap dengan pelaksanaan CKG di perkantoran, tingkat kesadaran pegawai terhadap kondisi kesehatannya dapat meningkat dan mencegah biaya pengobatan yang lebih besar di kemudian hari.

Menkes Perkirakan 28 Juta Warga RI Alami Masalah Kejiwaan, Puskesmas Disiapkan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memperkirakan sekitar 28 juta penduduk Indonesia mengalami masalah kesehatan jiwa dengan tingkat keparahan yang beragam. Pemerintah menyiapkan puskesmas sebagai garda terdepan penanganan masalah tersebut.

“Karena WHO bilang, masalah kejiwaan itu satu dari delapan sampai satu dari sepuluh penduduk. Jadi kalau Indonesia 280 juta (penduduk), ya minimal 28 juta tuh punya masalah kejiwaan,” kata Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (19/1).

Budi menjelaskan, masalah kejiwaan yang dimaksud mencakup berbagai kondisi, mulai dari gangguan ringan hingga berat.

“Bisa itu depresi, disorder atau anxiety disorder, yang lebih berat ada skizofrenia, ada ADHD, ada penyakit-penyakit jiwa tuh ada banyak juga,” jelasnya.

Untuk menangani masalah tersebut, ia menjelaskan bahwa puskesmas akan dilengkapi tenaga kesehatan terlatih untuk melakukan deteksi dini, konseling dasar, serta rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan bila diperlukan.

“Karena jiwa itu nggak pernah ada di puskesmas tata laksananya. Sekarang kita sudah bikin tata laksananya, baik yang membutuhkan farmasi, obat-obatan, atau yang membutuhkan psikologi konseling ya,” ujar Budi.

“Kita sekarang sedang bangun sistemnya supaya bisa dilayani di puskesmas-puskesmas,” pungkasnya.

Menkes Mulai Gencarkan Skrining Kesehatan Pakai AI: ‘Dia Kayak Dokter’

Kementerian Kesehatan mulai memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam program skrining kesehatan untuk membantu deteksi dini penyakit di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Karena AI ini dia kayak dokter, cuma kalau dokter pengalamannya 1.000 pasien, 5.000 pasien. Ini 5 juta pasien, 10 juta pasien dia belajar,” lanjutnya.

Budi menjelaskan bahwa penggunaan AI ditujukan untuk membantu tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran dokter. Sistem ini digunakan untuk menyaring risiko penyakit berdasarkan data yang dimasukkan oleh pasien.

Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan skrining kesehatan, terutama di daerah dengan keterbatasan tenaga medis.

Menkes Targetkan Usia Harapan Hidup Warga RI Naik dari 72 ke 76 Tahun

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menargetkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia meningkat dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Target tersebut akan dicapai melalui penguatan layanan kesehatan preventif dan promotif.

Target ini adalah bagian dari Rencana Induk Bidang Kesehatan (RIBK) yang telah rampung dan kini tinggal menunggu penandatanganan Presiden Prabowo Subianto.

“Targetnya adalah, kalau disimplifikasi ya, kita ingin menaikkan average life Indonesia dari 72 ke 76,” jelas Budi dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Selain memperpanjang usia harapan hidup, pemerintah juga menargetkan peningkatan usia hidup sehat masyarakat.

“Kemudian healthy average life. Jadi, rata-rata usia sampai wafat itu naik ke 76. Tapi rata-rata usia hidup sehat itu naik dari 60 ke 65,” katanya.

Menkes: Iuran BPJS Kesehatan 2026 Tak Naik, Pemerintah Suntik Dana Rp 20 T

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan iuran BPJS Kesehatan pada 2026 tidak mengalami kenaikan. Pemerintah akan menutup kebutuhan pendanaan melalui penyuntikan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"2026 kan sudah di-konfirm tidak ada kenaikan iuran BPJS," kata Budi usai menghadiri rapat kerja di DPR, Senin (19/1).

Budi menyebut, iuran BPJS Kesehatan 2026 tidak naik karena pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 20 triliun.

"BPJS akan mendapatkan suntikan dana Rp 20 triliun dari pemerintah," kata Budi.

Menkes: Tujuan CKG Bukan Sekadar Skrining, tapi Bikin Masyarakat Sehat

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tidak hanya bertujuan melakukan skrining penyakit, tetapi mendorong perubahan perilaku masyarakat agar hidup lebih sehat.

“Kalau ditanya tujuannya apa? Tujuannya bukan jumlah screening, saya bilang berkali-kali. Tujuannya adalah masyarakat kita sehat. Masyarakat kita tidak sakit, masyarakat kita sehat. Cuma satu tujuannya,” jelas Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (19/1).

Budi menjelaskan, konsep sehat yang dimaksud bukan sekadar bebas dari penyakit berat, melainkan kondisi kesehatan yang terkontrol sejak dini, termasuk tekanan darah dan kadar gula darah.

“Nah sehat itu apa? Tekanan darahnya enggak boleh kuning. Kalau kuning kan di atas 120/80 di bawah 140/90. Apalagi merah, 140/90. HbA1c gulanya enggak boleh 5,7 sampai 6,5, pre-diabetes, itu kuning. Di atas 6,5 sudah HbA1c merah. Itu nggak boleh sama sekali,” jelasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rutin Sidak SPPG Selama Setahun, BGN Klaim Kualitas MBG Terus Membaik
• 22 jam lalusuara.com
thumb
BNPB: Sampah yang Menutup Saluran Air Akibatkan Banjir Demak Sulit Surut
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
DPR Kaji Usulan Pilkada Lewat E-Voting
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
54 Rumah di Kabupaten Serang Rusak Akibat Pergerakan Tanah
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
President Prabowo to Address World Economic Forum in Davos on Jan 22
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.