Update Evakuasi Pesawat ATR di Sulsel: Misi Modifikasi Cuaca Dimulai

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Upaya evakuasi korban dan puing pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung kini memasuki babak baru.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar tengah menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) demi menaklukkan cuaca ekstrem yang selama ini menghambat tim di lapangan.

Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas permintaan Gubernur Sulawesi Selatan untuk mempercepat proses evakuasi di wilayah yang berbatasan antara Kabupaten Maros dan Pangkep tersebut.

"Hal ini menindaklanjuti dari arahan Gubernur Sulsel untuk menyiapkan modifikasi cuaca dalam mempercepat evakuasi korban pesawat tersebut," ujar Pelaksana Tugas Kepala BMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, Senin (19/1).

Untuk menyukseskan misi ini, satu unit pesawat khusus telah diberangkatkan dari Semarang, Jawa Tengah, menuju Makassar. 

Pesawat tersebut akan bertugas "menjinakkan" awan dengan cara menaburkan zat tertentu, seperti kapur, di titik-titik pencarian. Tujuannya adalah untuk mengeliminasi kabut tebal dan mencegah pembentukan awan hujan yang selama ini mengganggu pandangan tim SAR.

Kondisi di Gunung Bulusaraung memang dikenal sangat menantang. Selain cuaca yang kerap berubah, medan yang vertikal memaksa tim evakuasi menggunakan teknik rappeling; metode turun menggunakan tali dan alat khusus, saat mengevakuasi korban pada Minggu (18/1).

Berdasarkan pantauan cuaca sejak hari kejadian pada Sabtu (17/1), lokasi jatuhnya pesawat terus diselimuti kabut pekat dan hujan lokal. 

Kondisi ini membuat akses udara hampir mustahil dilakukan secara maksimal tanpa bantuan intervensi cuaca.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menaruh harapan besar pada teknologi modifikasi cuaca ini. 

Ia optimistis hambatan alam yang selama ini menghalangi tim SAR Gabungan dan warga setempat dapat segera teratasi.

"Mudah-mudahan dengan modifikasi cuaca itu dapat membuka akses yang lebih luas sehingga proses evakuasi dari udara bisa dilakukan dengan cepat dan menemukan beberapa bukti di lokasi," ungkap Andi Sudirman di lokasi kejadian.

Dengan langit yang lebih cerah, diharapkan evakuasi korban maupun pengangkatan bangkai pesawat dapat berjalan lebih efektif dan aman bagi seluruh personel yang bertugas. (ant/dpi)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
President Prabowo to Address World Economic Forum in Davos on Jan 22
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Evakuasi Korban ATR 42-500 Libatkan Warga Lokal
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Medan Terjal, Basarnas Libatkan Warga Evakuasi Korban ATR 42-500
• 14 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Child Grooming Mengintai dari Layar Gawai Anak, Ini Langkah yang Bisa Dilakukan Orang Tua
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Michael Guang Liang Kembali ke Jakarta, Gelar Konser Lonely Planet 3.0 di PIK
• 14 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.