Medan Terjal, Basarnas Libatkan Warga Evakuasi Korban ATR 42-500

celebesmedia.id
4 jam lalu
Cover Berita

CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) melibatkan warga lokal dalam operasi penyelamatan dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung.

Pelibatan masyarakat setempat dilakukan untuk mempercepat akses jalur darat di tengah medan ekstrem dan keterbatasan evakuasi melalui udara.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan bahwa peran warga lokal sangat penting karena mereka memahami jalur alami menuju lokasi kejadian yang sulit dijangkau tim dari luar daerah.

“Kita melibatkan dengan potensi masyarakat yang tahu persis jalur untuk mendekat, dan ini kalau kita gunakan jalur darat membutuhkan proses waktu,” ujar Mohammad Syafii kepada awak media di Kantor Basarnas Kelas A Bandar Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (19/1) siang.

Ia menjelaskan, hingga saat ini tim SAR gabungan masih berupaya mendekati lokasi melalui jalur darat. Upaya evakuasi udara belum dapat dilakukan secara maksimal karena terkendala cuaca buruk dan kondisi awan rendah di sekitar pegunungan.

“Saat ini berupaya unsur darat juga berusaha untuk mendekat ke sana,” katanya.

Syafii menambahkan, lokasi jatuhnya pesawat berada di kawasan dengan tingkat kesulitan tinggi. Medan berupa tebing curam dan terjal menuntut kehati-hatian ekstra serta pemahaman medan yang baik dari seluruh personel SAR.

“Saya ingin sampaikan bahwa lokasi kejadian berada dalam kondisi tebing yang sangat terjal, curam,” tegasnya.

Karakter wilayah Pegunungan Bulusaraung disebut semakin menyulitkan proses evakuasi. Selain jurang yang hampir tegak lurus, area tersebut didominasi bebatuan serta hutan lebat di bagian bawah lereng.

“Kalau tingginya mungkin tidak terlalu tinggi, tapi pada saat jurang yang ada ini memang hampir tegak lurus dengan kondisi yang ada dengan kondisi sebagian besar bebatuan,” jelas Syafii.

Basarnas memastikan keterlibatan warga lokal dilakukan secara terkoordinasi di bawah kendali tim SAR gabungan. Keselamatan seluruh personel, baik petugas maupun masyarakat yang terlibat, tetap menjadi prioritas utama dalam operasi ini.

Hingga saat ini, operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan pesawat ATR 42-500 masih terus berlangsung. Lebih dari 1.200 personel gabungan dari berbagai instansi dikerahkan untuk memaksimalkan pencarian dan evakuasi korban, sekaligus memanfaatkan waktu krusial atau golden time di lokasi kejadian.

Laporan: Rifki


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Menkes Sentil Kebiasaan Orang RI Ngerasa Sehat Padahal Gula Tinggi: Itu Mother of All Diseases
• 2 jam lalusuara.com
thumb
BRICS 2026 dan Implikasinya bagi Dunia Multipolar
• 7 jam laluharianfajar
thumb
Korban Pesawat Jatuh di Gunung Bulusaraung Segera Dievakuasi, Warga Ditunjuk Pimpin 30 Personel Gabungan
• 16 jam lalufajar.co.id
thumb
Begini Kronologi Penemuan Pesawat ATR 42-500
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Basarnas Siapkan Dua Opsi Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500 di Sulawesi Selatan
• 18 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.