JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah menunjukkan perhatian serius terhadap keselamatan para pendaki gunung, khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP).
Melalui Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan (PJL) Kementerian Kehutanan bersama Balai TNGGP, sejumlah inovasi keselamatan mulai disiapkan, termasuk penggunaan gelang RFID dan pemasangan panic button atau tombol darurat (SOS) di kawasan Surya Kencana.
Langkah tersebut diambil sebagai respons atas sejumlah kasus pendaki yang tersesat maupun hilang di jalur pendakian Gunung Gede.
Insiden-insiden tersebut menjadi pengingat penting bahwa sistem keamanan dan pengawasan pendaki perlu terus ditingkatkan.
BACA JUGA:Segini Tarif Masuk Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Terbaru 2024, Bawa Rombongan Biar Hemat!
Gelang RFID Jadi Solusi Pemantauan Pendaki Gunung Gede PangrangoMelalui unggahan di akun Instagram resmi @ayoketamannasional pada Sabtu 17 Januari 2026, Kementerian Kehutanan menyampaikan bahwa gelang RFID akan menjadi bagian dari sistem keselamatan baru bagi pendaki Gunung Gede Pangrango.
Gelang Radio Frequency Identification (RFID) ini akan diberikan kepada setiap pendaki saat proses registrasi sebelum memulai pendakian.
Dengan teknologi tersebut, pergerakan pendaki dapat terpantau secara lebih akurat di setiap titik pemeriksaan atau check point.
Menurut Kementerian Kehutanan, inovasi ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memperbaiki sistem pengamanan dan keselamatan pengunjung, khususnya selama masa penutupan sementara jalur pendakian yang digunakan untuk evaluasi dan peningkatan fasilitas.
BACA JUGA:UPDATE! 13 Pendaki Gunung Pangrango Telah Ditemukan di Blok Pasir Pogor, Cibedug
Mempermudah Proses SAR dan Penanganan DaruratPenggunaan gelang RFID diyakini akan membawa dampak besar dalam proses pencarian dan pertolongan (SAR) jika terjadi kondisi darurat.
Dengan data pergerakan pendaki yang tercatat, petugas dapat mengetahui posisi terakhir pendaki yang tersesat atau mengalami kecelakaan.
Hal ini memungkinkan proses pencarian menjadi lebih cepat, pendeteksian lokasi lebih akurat, serta penanganan darurat yang lebih efisien.
Dengan kata lain, teknologi ini diharapkan mampu meminimalkan risiko fatal akibat keterlambatan evakuasi.
Pada tahap awal, penerapan gelang RFID akan difokuskan di jalur Gunung Putri dan jalur Cibodas, sementara titik check point utama direncanakan berada di kawasan Surya Kencana.
- 1
- 2
- »



