Manuver Bukalapak (BUKA) Bangun Mesin Cuan Baru Lewat Bisnis Gim

bisnis.com
3 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Manuver PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) melalui bisnis gaming mulai membuahkan hasil. Meskipun demikian, sejumlah risiko diperkirakan masih membayangi BUKA untuk 2026 ini.

Sampai akhir September 2025, BUKA mencatatkan laba bersih didorong oleh perolehan laba nilai investasi sebesar Rp2,32 triliun. Padahal pada tahun lalu, BUKA tercatat masih merugi.

Pendapatan BUKA juga tercatat naik menjadi Rp4,72 triliun, dari sebelumnya sebesar Rp3,39 triliun. Capaian ini naik 39,03% secara tahunan atau year on year (YoY).

Pendapatan ini didorong oleh pendapatan gaming senilai Rp3,85 triliun, pendapatan online to offline sebesar Rp605,9 miliar, ritel senilai Rp226,7 miliar, dan pendapatan investasi sebesar Rp42,7 miliar.

Direktur Bukalapak Victor Putra Lesmana menjelaskan capaian Bukalapak pada kuartal III/2025 mencerminkan kemampuan BUKA untuk menjaga stabilitas dan ketahanan bisnis di tengah perubahan pasar.

“Kami terus menjalankan strategi dengan disiplin, memperkuat fondasi ekosistem, dan berupaya memberikan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Victor dalam keterangan resminya.

Baca Juga

  • Target Harga Terbaru Saham Bukalapak (BUKA) yang Bergeliat di Bisnis Gaming
  • Bukalapak (BUKA) Masih Kantongi Rp4,28 Triliun Dana IPO sampai Akhir 2025
  • Rapor Kuartal III/2025: Rugi GOTO dan Blibli (BELI) Susut, Bukalapak (BUKA) Cetak Laba

Keempat segmen bisnis utama Bukalapak memberikan kontribusi positif dengan kinerja yang terkendali. Segmen Gaming tetap menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan mencapai Rp1,4 triliun pada kuartal III/2025, tumbuh stabil sebesar 2% secara kuartalan dibandingkan dengan kuartal II/2025.

Segmen Investment juga mencatatkan kinerja yang positif, dengan pendapatan sebesar Rp18 miliar, meningkat 30% secara kuartalan, serta mempertahankan margin kontribusi yang solid di atas 30%.

Sementara itu, pendapatan dari segmen Mitra Bukalapak menurun sejalan dengan strategi BUKA untuk fokus pada pasar yang lebih menguntungkan, yang turut berdampak pada peningkatan margin kontribusi sebesar 44% secara kuartalan. Adapun segmen Retail mencetak margin kontribusi mencapai 23,6% pada kuartal III/2025.

Ke depan, kata Victor, BUKA akan terus mengembangkan seluruh lini bisnis dan memperdalam penetrasi pasar melalui inovasi produk serta peningkatan pengalaman pengguna.

Menurutnya, didukung oleh posisi kas dan fleksibilitas finansial yang kuat, BUKA memiliki landasan yang kokoh untuk mengeksekusi strategi pertumbuhan dan menghadirkan solusi digital yang semakin relevan bagi ekosistem bisnis di Indonesia.

Pertumbuhan Baru

Analis Kiwoom Sekuritas Abdul Azis Setyo Wibowo menjelaskan strategi Bukalapak (BUKA) melakukan pivot ke sektor gaming mencerminkan upaya perseroan mencari sumber pertumbuhan baru di luar e-commerce inti yang pertumbuhannya relatif terbatas.

Hal ini dilakukan BUKA dengan potensi dari besarnya basis pengguna digital dan peluang monetisasi melalui konten serta layanan digital.

“Namun, sektor gaming memiliki tingkat persaingan tinggi dan membutuhkan investasi serta eksekusi yang kuat agar dapat berkontribusi signifikan terhadap pendapatan dan profitabilitas,” kata Azis, Kamis (15/1/2026).

Menurutnya, saat ini investor perlu mencermati kemampuan BUKA mengendalikan biaya, kejelasan monetisasi dari lini gaming, serta dampaknya terhadap kinerja grup secara keseluruhan.

Sementara itu, Analis Maybank Sekuritas Etta Rusdiana Putra melalui risetnya memperkirakan momentum pertumbuhan BUKA akan berlanjut, terutama didorong oleh bisnis gaming. Maybank Sekuritas memperkirakan segmen ini akan menyumbang Rp5,4 triliun pada tahun penuh 2026, atau sekitar 80% dari total pendapatan, dengan pertumbuhan 7% secara tahunan.

Dengan keluarnya BUKA dari marketplace yang sangat kompetitif, Maybank Sekuritas memandang BUKA berhasil menghindari kebutuhan untuk melakukan belanja pemasaran yang mahal.

“Kami memandang bisnis inti BUKA kini berfokus pada distribusi gaming dan layanan O2O, yang dilengkapi dengan ekspansi selektif ke operasi ritel dan investasi,” tulisnya.

Etta juga mencermati BUKA akan mempertahankan efisiensi biaya pada 2026. Namun, lanjutnya, terbatasnya peluang pertumbuhan dalam ekosistem teknologi membatasi potensi perusahaan untuk memperoleh valuasi premium.

“Secara positif, kami memperkirakan BUKA akan tetap konservatif dalam mengelola dan menggunakan cadangan kasnya yang besar,” tuturnya.

Adapun untuk rekomendasi saham BUKA, Kiwoom Sekuritas memberikan rekomendasi wait and see untuk BUKA, dengan menunggu sinyal konfirmasi ketika bisa breakout area Rp160 per saham. Sementara itu, Maybank Sekuritas memberikan rekomendasi hold untuk BUKA, dengan target price Rp170 per saham.

Maybank Sekuritas menuturkan pihaknya memandang BUKA berfungsi layaknya perusahaan holding investasi, dengan peluang terbatas untuk ekspansi bisnis yang signifikan.

“Karakteristik ini menciptakan skenario perangkap kas, dengan cadangan kas BUKA yang besar kecil kemungkinannya untuk dialokasikan ke inisiatif pertumbuhan dengan imbal hasil tinggi,” ujar Etta.

Bukalapak.com Tbk. - TradingView

_______

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Inara Rusli Cabut Laporan, Polda Metro Panggil Insanul Fahmi Besok
• 19 jam laluidntimes.com
thumb
Bupati Pati Sudewo Terjaring OTT KPK
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Dahlia Poland Ungkapkan Alasan Tak Membawa Anak Tinggal Bersamanya Usai Berpisah dari Fandy Christian
• 19 jam lalugrid.id
thumb
Operasi Senyap KPK di Kota Madiun, Sembilan Orang Termasuk Wali Kota Diperiksa di Jakarta
• 16 jam lalurealita.co
thumb
Inikah Respons Donna Harun Usai Ricky Harun Diisukan Karaoke Bareng LC?
• 20 jam laluinsertlive.com
Berhasil disimpan.