PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menargetkan utilisasi sekitar 80 persen pada armada tankernya pada 2026.
IDXChannel - PT Soechi Lines Tbk (SOCI) menargetkan utilisasi sekitar 80 persen pada armada tankernya pada tahun ini. Hal ini seiring rencana perseroan untuk memastikan seluruh armada memiliki kontrak penyewaan dari pelanggan.
Direktur & Sekretaris Perusahaan Soechi Lines, Paula Marlina mengatakan, perseroan juga akan memastikan armada tanker menjalankan kegiatan docking dan perawatan berkala secara tepat waktu. Dengan perawatan yang baik, diharapkan armada kapal dapat memberikan utilisasi yang optimal.
"Target utilisasi rata-rata untuk kapal oleh perseroan ialah pada tingkat di atas 80 persen untuk tahun 2025-2026," katanya, Senin (19/1/2026).
Saat ini, Soechi Lines memiliki 30 unit kapal tanker dengan total kapasitas 1,4 juta Dead Weight Tonnage (DWT). Seluruh kapal itu berstatus tersewakan dengan sebagian besar menggunakan skema penyewaan kapal dengan jangka waktu tertentu (time charter).
"Pada kontrak time charter, tarif penyewaan (charter rate) bersifat tetap selama jangka waktu kontrak, dan karenanya memberikan visibilitas dari segi pendapatan bagi perseroan," kata Paula.
"Perseroan juga menyewakan kapalnya menggunakan kontrak spot charter, di mana perseroan menerima pendapatan sewa berdasarkan perjalanan untuk membawa kargo dari suatu tempat menuju kepada tujuan yang ditentukan oleh pelanggan," ujarnya.
Paula juga membeberkan bahwa Soechi Lines menguasai 18 persen pangsa pasar untuk kapal tanker minyak. Perseroan memiliki kapal tanker berukuran besar yang relatif memiliki kompetisi tidak seketat industri tanker kecil.
Selain itu, Soechi Lines juga akan terus mengembangkan armada setelah pada 2025, perseroan merealisasikan akusisi 2 unit kapal tanker. Pada tahun ini, perseroan berencana menambah armada dengan tetap mempertimbangkan berbagai faktor seperti kondisi pasar hingga dinamika harga kapal di pasar internasional.
Sementara itu, untuk bisnis galangan kapal, Soechi Lines bakal berupaya menjaga utilisasi antara 20-30 proyek kapal per tahun. Segmen bisnis ini terutama untuk proyek perbaikan dan perawatan kapal.
(Rahmat Fiansyah)




