PANGKEP, FAJAR — Tim SAR gabungan berjumlah 10 personel berhasil menjadi tim pertama yang menemukan bangkai pesawat serta korban pertama dalam operasi pencarian pesawat di kawasan pegunungan Bulusaraung. Operasi awal (first in) dilakukan tanpa dukungan helikopter, dengan pergerakan darat menembus medan ekstrem dan terjal.
Tim gabungan 10 personel tersebut terdiri dari unsur lintas instansi, termasuk 2 personel BPBD Kota Makassar yang memiliki keahlian khusus vertical rescue. Berkat kemampuan teknis tersebut, tim mampu menjangkau titik temuan bangkai pesawat melalui jalur darat yang sulit dan berisiko tinggi.
Keberhasilan tim awal ini tidak hanya memastikan lokasi pasti bangkai pesawat, tetapi juga menghasilkan penemuan korban pertama, yang menjadi dasar penting bagi pengembangan strategi operasi SAR lanjutan.
Peran personel BPBD Makassar dalam tim first in sangat krusial, khususnya dalam asesmen awal lokasi, pengamanan jalur evakuasi, serta penerapan teknik rope rescue dan vertical rescue pada topografi curam di sekitar lokasi kejadian.
Setelah seluruh tugas tahap awal dan penandaan lokasi selesai dilaksanakan, tim dievakuasi dari lokasi menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara. Selanjutnya, pada operasi lanjutan, tim SAR gabungan berjumlah 10 personel—termasuk personel BPBD Kota Makassar—akan kembali diterbangkan menggunakan helikopter TNI AU menuju area bangkai pesawat untuk melanjutkan operasi SAR, khususnya pada sektor yang membutuhkan keahlian vertical rescue.
Keterlibatan aktif personel BPBD Kota Makassar dalam tim yang pertama menemukan bangkai pesawat dan korban ini menegaskan kesiapsiagaan serta kontribusi nyata BPBD dalam operasi kemanusiaan berisiko tinggi.
Operasi SAR gabungan hingga saat ini masih terus berlanjut dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas tindakan di lapangan. (*)




