Bank Sentral India (Reserve Bank of India) mendorong rencana untuk menghubungkan mata uang digital bank sentral (central bank digital currency) di antara negara-negara BRICS. Hal itu guna memperlancar perdagangan dan pariwisata lintas negara, sekaligus mengurangi dominasi dolar dari Amerika Serikat (AS).
Dilansir dari Reuters, Selasa (20/1), Reserve Bank of India telah mengusulkan agar pemerintah memasukkan rencana pembentukan sistem mata uang digital terintegrasi tersebut ke KTT BRICS 2026.
Baca Juga: India Perketat Aturan Bursa Kripto, Wajibkan Verifikasi Selfie hingga Pelacakan Lokasi
Langkah tersebut berpotensi memicu ketegangan dengan Amerika Serikat. Ia selama ini berupaya mempertahankan peran dolar sebagai mata uang cadangan global.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya juga berulang kali memperingatkan negara-negara lain agar tidak mencoba menggantikan dolar, dengan ancaman pengenaan tarif hingga seratus persen terhadap upaya tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada satu pun negara anggota blok yang sepenuhnya meluncurkan CBDC. Namun, seluruh negara inti dalam blok tersebut diketahui telah menjalankan berbagai program percontohan mata uang digital bank sentral.
Baca Juga: Masih Beli Minyak Rusia, Trump Kembali Ancam Naikkan Tarif India
Rencana integrasi ini dinilai sebagai bagian dari upaya negara-negara untuk memperkuat sistem pembayaran lintas batas yang lebih efisien dan mengurangi ketergantungan pada mata uang Barat dalam transaksi internasional.




