JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang membayangi sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (20/1/2026).
Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi sorotan utama dengan prediksi guyuran hujan sangat lebat hingga level ekstrem.
Prakirawan BMKG Sufia N. A menjelaskan kondisi ini dipicu oleh kemunculan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina dan Bibit Siklon Tropis 97S di utara Australia.
Kombinasi dinamika atmosfer ini secara signifikan meningkatkan pertumbuhan awan hujan dan kecepatan angin di berbagai titik.
"Perlu ditingkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur," ujar Sufia dalam siaran BMKG, Senin (19/12026).
Selain NTT, BMKG juga memetakan sejumlah provinsi yang berpotensi dilanda hujan lebat hingga sangat lebat, meliputi Bandar Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Prediksi Cuaca Indonesia 20 Januari 2026: Hujan Meluas, BMKG Imbau Waspada Hujan Lebat- Ekstrem
Dampak Siklon Nokaen dan Bibit 97SBerdasarkan pantauan terkini, Siklon Tropis Nokaen terpantau di timur laut Manila dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot.
Meskipun diprediksi bergerak ke arah timur menjauhi Indonesia, sistem ini memicu peningkatan kecepatan angin hingga lebih dari 25 knot di Filipina utara dan Samudra Pasifik, serta membentuk konfluensi atau pertemuan angin di sekitarnya.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 97S yang berada di perairan Australia Utara dilaporkan bergerak perlahan ke arah barat.
Penulis : Danang Suryo Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- BMKG
- cuaca ekstrem
- hujan lebat
- NTT
- peringatan dini
- Siklon Nokaen


