Tim Penyelamat Turun hingga 700 Meter ke Tebing Gunung Bulusaraung

harianfajar
18 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, PANGKEP– Proses pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) memasuki hari ketiga sejak dinyatakan hilang kontak.

Pesawat yang membawa 10 orang, terdiri atas tujuh awak dan tiga penumpang, diduga jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, tim rescue gabungan yang terbagi dalam tiga Search and Rescue Unit (SRU) dan berpusat di Posko AJU Tompobulu telah menemukan sejumlah serpihan pesawat, dokumen, serta barang elektronik milik korban. Selain itu, satu korban berjenis kelamin laki-laki juga ditemukan, namun identitasnya belum dapat dipastikan dan juga satu korban jenis kelamin perempuan ditemukan sekitar 200 meter dari kepala pesawat sore tadi, Senin, 19 Januari.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii yang juga datang ke Posko Gabungan Operasi SAR Nasional di Pangkep, menjelaskan bahwa, operasi akan dilakukan melalui udara untuk mengambil korban dari tebing hanya saja terkendala cuaca.

“Prioritas yang kita laksanakan adalah SAR menggunakan udara,” jelasnya.

Saat ini pihaknya sudah menurunkan tim penyelemat melalui udara.

“Karena jarak ke bandara dekat hanya saja terkendala cuaca, dan bahkan kita juga akan menambah kekuatan unsur udara dengan merapatkan pesawat dari Surabaya yang juga akan merapat kesini, untuk percepatan operasi SAR,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota SRU 3 dari Tim Operasi Gabungan, AKP Syarifuddin, mengungkapkan bahwa kondisi medan ekstrem serta cuaca yang tidak bersahabat menjadi kendala utama dalam proses pencarian. Meski demikian, tim tetap melakukan penyisiran hingga kedalaman sekitar 700 meter dari puncak gunung.

“Medannya luar biasa berat, berupa tebing dan lereng terjal. Kami harus menggunakan tali untuk turun dan menyisir setiap sisi tebing,” kata AKP Syarifuddin saat ditemui di Posko AJU Tompobulu.

Dalam proses penyisiran, tim menemukan berbagai serpihan pesawat, termasuk bagian kepala pesawat yang tersangkut di batang pohon. Selain itu, ditemukan pula identitas awak pesawat, telepon genggam, dokumen dalam kondisi utuh, serta sejumlah barang pribadi korban.

AKP Syarifuddin menambahkan, tim SRU 3 memulai operasi pencarian sejak Minggu pukul 07.00 WITA dan baru kembali ke posko sekitar pukul 20.00 WITA.

Hingga berita ini diturunkan, tim rescue gabungan masih terus melakukan penyisiran secara bergantian di sekitar kawasan Gunung Bulusaraung, sementara upaya evakuasi terhadap jenazah korban yang telah ditemukan masih berlangsung.

“Serpihan pesawat itu banyak yang nyangkut diantara ranting pohon, dengan kedalaman sekitar 700 meter dari puncak, jadi kita mendaki dulu ke puncak kemudian turun diantara tebing, dengan posisi barang yang berserakan kita temukan dalam radius sekitar 100 meter dengan jarak pandang kita tim penyelamat karena kabut itu hanya 1 meter saja,” jelasnya.

Ia juga yang menemukan kepala pesawat yang masih utuh sekitar dua meter panjangnya bagian kepala pesawat yang masih utuh.

“Jadi posisi badan pesawat dan kepalanya itu dalam keadaan miring nyangkut di pohon, san kondisi moncong pesawat masih utuh sekitar 2 meter ke belakang, ada juga kursi penumpang yang kami temukan sebanyak 8 kursi, termasuk ada tiga buah hp, dan jam tangan, tetapi kami di posisi itu tidak melihat ada korban,” paparnya.(fit)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Komisi III Rapat Bareng Jaksa Agung dan Kajati Se-RI, Bahas Rencana Kerja 2026
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
2.145 Penumpang Kereta Api di Cirebon Batalkan Tiket Perjalanan Akibat Banjir
• 23 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Samuel Sekuritas Bakal Boyong 5 Perusahaan IPO di BEI Tahun Ini
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
KA Majapahit Terhenti 12 Jam Akibat Banjir, Penumpang Antre Kamar Mandi di Stasiun Batang
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Detik-Detik Bupati Pati Sudewo Selesai Diperiksa KPK Usai Terjaring OTT
• 15 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.