Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menegaskan komitmen Indonesia dalam melindungi keanekaragaman hayati dunia melalui penguatan hutan adat, perlindungan satwa liar, dan pemberantasan kejahatan satwa. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan lunch meeting dengan The Royal Foundation di London, Senin (19/1).
Dalam pertemuan bersama Direktur Eksekutif The Royal Foundation of The Prince and Princess of Wales, Dr. Tom Clements, Menhut Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan biodiversitas tertinggi di dunia dan berkomitmen penuh pada Global Biodiversity Framework.
Raja menjelaskan, pengakuan hutan adat menjadi pilar utama strategi konservasi nasional. Menurutnya, kebijakan ini memperkuat peran masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai penjaga ekosistem.
"Pengakuan hutan adat memberdayakan masyarakat adat dan komunitas lokal sebagai garda terdepan penjaga keanekaragaman hayati," kata Raja dalam keterangannya.
Adapun, pada November 2025, dalam United for Wildlife Global Summit di Rio de Janeiro, Indonesia menargetkan penetapan 1,4 juta hektare hutan adat, dengan kemajuan signifikan sepanjang 2025.
"Sepanjang tahun 2025, kemajuan nyata telah dicapai, dengan sejumlah unit hutan adat yang sedang melalui tahapan penetapan, konsolidasi, verifikasi, hingga penetapan hukum. Untuk menjamin kredibilitas dan kualitas, Indonesia telah menerbitkan Pedoman bagi Calon Verifikator Hutan Adat serta melaksanakan program peningkatan kapasitas di berbagai wilayah," sambungnya.
Selain itu, Raja menuturkan, Indonesia fokus mengurangi konflik manusia dan satwa liar, khususnya konflik manusia dengan gajah di Sumatra.
"Peta jalan mitigasi konflik manusia-gajah menargetkan 75 persen konflik dapat dikelola secara efektif dan penurunan risiko hingga 75 persen pada 2030," jelas dia.
Dalam menekan kejahatan satwa liar, Raja menekankan, Indonesia memperkuat patroli di habitat kritis, meningkatkan pengawasan di bandara dan pelabuhan, serta memulangkan satwa hasil perdagangan ilegal ke habitat alaminya.
Selain itu, Indonesia juga memperketat penegakan hukum serta bekerja sama dengan platform digital untuk mencegah perdagangan satwa liar secara daring.
"Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia untuk mencegah perdagangan ilegal flora dan fauna dilindungi melalui sistem elektronik," tandas dia.
Royal Foundation merupakan lembaga filantropi berbasis di Inggris yang didirikan oleh keluarga kerajaan Inggris yaitu Prince William dan Catherine (Kate Middleton), untuk mendukung berbagai inisiatif global di bidang pelestarian lingkungan, aksi iklim, kesehatan mental, dan pemberdayaan masyarakat melalui kemitraan strategis yang berkelanjutan dan berdampak luas.
Kehadiran Menhut Raja Juli Antoni di London diketahui untuk mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI) breakfast discussion bersama Raja Charles III pada 21 Januari 2026.




