BGN Klarifikasi Video Menu MBG Ubi dan Pisang yang Viral di Bekasi

eranasional.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bekasi, ERANASIONAL.COM – Sebuah video yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hanya berupa ubi dan pisang mendadak viral di media sosial. Video tersebut menuai kritik luas dari warganet karena dinilai tidak memenuhi standar gizi seimbang sebagaimana tujuan utama program MBG. Peristiwa itu diketahui terjadi di salah satu sekolah di Kota Bekasi, Jawa Barat.

Menanggapi polemik tersebut, pihak Badan Gizi Nasional (BGN) melalui jajaran pelaksana di lapangan memberikan klarifikasi. Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mustikasari 4 Kota Bekasi, Ageng Wicaksono, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Menurut Ageng, video yang beredar muncul akibat kesalahpahaman distribusi menu yang terjadi pada Kamis (15/1/2026) di MI Nurul Anwar. Pada hari tersebut, sekolah menerima dua jenis menu sekaligus, yakni menu basah dan menu kering.

“Ada kesalahpahaman terkait menu saat itu. Hari Kamis kami masih memberikan menu basah, tetapi paket menu kering yang seharusnya untuk hari lain justru difoto dan diviralkan,” ujar Ageng dalam keterangannya, Senin (19/1/2026).

Ageng menjelaskan bahwa distribusi MBG pada pekan tersebut mengalami penyesuaian jadwal. Karena hari Jumat tidak ada distribusi makanan, maka paket menu kering untuk hari Sabtu dimajukan pengirimannya ke Kamis.

Sementara itu, pada hari Kamis yang sama, pihak SPPG tetap menyalurkan menu basah sesuai jadwal harian. Menu basah tersebut, kata Ageng, terdiri dari: spageti saus daging bolognese, tahu crispy, sawi hijau, wortel dan buah jeruk.

Menu tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi peserta didik sesuai pedoman MBG, yang mencakup unsur karbohidrat, protein, sayuran, dan buah.

Namun, menu kering yang berisi pisang, potongan ubi ungu, dan kental manis merupakan paket cadangan atau paket konsumsi satu hari yang dibagikan lebih awal. Paket inilah yang kemudian direkam dan disebarluaskan oleh salah satu wali murid tanpa penjelasan konteks, sehingga menimbulkan persepsi keliru di masyarakat.

Ageng memastikan bahwa setelah video tersebut viral, pihak SPPG bersama penanggung jawab di lapangan langsung melakukan diskusi dan mediasi dengan pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Kami sudah melakukan diskusi dan mediasi. Saat ini kondisi sudah kondusif dan aman. Semua pihak sepakat untuk berdamai agar masalah ini tidak berlarut-larut,” ujarnya.

Menurut Ageng, tidak ada niat dari pihak penyelenggara MBG untuk mengurangi kualitas atau porsi makanan bagi peserta didik. Program MBG tetap dijalankan sesuai standar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Meski situasi telah kondusif, pihak SPPG mengakui bahwa peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting. Salah satu fokus utama ke depan adalah penguatan sosialisasi kepada orang tua siswa agar tidak terjadi kesalahpahaman serupa.

“Kami akan meningkatkan sosialisasi kepada wali murid agar mereka memahami perbedaan menu basah dan menu kering, serta jadwal distribusi MBG,” kata Ageng.

Ia menambahkan bahwa transparansi informasi menjadi kunci penting dalam pelaksanaan program berskala nasional seperti MBG, terutama karena menyangkut kebutuhan dasar anak-anak.

Sebelumnya, video menu MBG di Bekasi tersebut ramai diperbincangkan warganet karena dianggap jauh dari standar makanan bergizi dan bahkan disebut sebagai jatah konsumsi untuk dua hari. Dalam video yang beredar, tampak menu sederhana berupa satu buah pisang, setengah potong ubi ungu, dan kental manis dalam plastik.

Unggahan tersebut memicu beragam komentar, mulai dari kritik terhadap pelaksanaan program MBG hingga kekhawatiran akan kualitas gizi yang diterima peserta didik.

Namun, dengan klarifikasi dari pihak SPPG dan BGN, diketahui bahwa menu tersebut bukan menu utama harian dan tidak dimaksudkan sebagai satu-satunya asupan gizi bagi siswa pada hari itu.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, menekan angka stunting, serta mendukung konsentrasi belajar siswa. Karena itu, setiap pelaksanaan di lapangan menjadi perhatian publik yang sangat besar.

Pihak BGN menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan dan perbaikan agar distribusi MBG berjalan sesuai tujuan awal. Evaluasi rutin, komunikasi yang terbuka dengan sekolah dan orang tua, serta pengawasan mutu makanan menjadi langkah penting agar kepercayaan publik tetap terjaga.

Dengan adanya klarifikasi ini, BGN berharap masyarakat tidak lagi terjebak pada potongan informasi yang tidak utuh, serta dapat melihat pelaksanaan MBG secara lebih objektif dan proporsional.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Hujan Deras dan Angin Kencang Rusak Gudang Warga di Bangli
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Perintahkan Penanganan Cepat Banjir di Wilayah Jawa Tengah
• 22 jam laluidxchannel.com
thumb
Peluang Gaji ASN Naik pada 2026 Makin Terbuka, Menpan RB Bawa Kabar Gembira
• 14 jam lalufajar.co.id
thumb
Indonesia Masters: Bertarung Ketat 3 Gim, Sabar/Reza Tekuk Malaysia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Waspada Hujan Ringan di Seluruh Wilayah
• 18 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.