Jakarta (ANTARA) - Petinju Jorge Chavez membungkam Manuel Flores lewat kemenangan angka pada laga ulang kelas bantam super (55,3 kg) World Boxing Association (WBA) untuk menjaga rekor tak terkalahkan di Acrisure Arena, Amerika Serikat.
"Kali ini tidak ada keraguan. Saya harus tampil lebih aktif dan unggul dalam jab," kata Jorge Chavez seusai kemenangan dalam laman resmi WBA yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Chavez mencatat kemenangan penting dalam karir profesionalnya dengan mengalahkan Flores. Dalam pertarungan 10 ronde itu, "El Nino Dorado" unggul di ketiga kartu juri dengan skor 96–94, 97–93, dan 98–92.
Hasil itu memastikan Chavez mempertahankan rekor tak terkalahkan menjadi 15 kemenangan dengan delapan knockout (KO) dan satu hasil imbang, sekaligus merebut gelar juara kelas bantam super WBA Continental USA.
Bagi Chavez, kemenangan itu merupakan pembuktian dominasinya di kelas bantam super. "Saya menghormati Manny, tetapi malam ini saya membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelas 122 pon," katanya.
Laga tersebut menjadi pertemuan kedua antara Chavez dan Flores setelah keduanya bermain imbang mayoritas dalam pertarungan pertama pada Juli 2025.
Baca juga: Juara dunia Oleksandr Usyk ajukan syarat laga trilogi melawan Fury
Berbeda dengan duel sebelumnya yang memicu kontroversi, Chavez kali ini tampil lebih dominan dan mampu mengamankan kemenangan tanpa menyisakan keraguan di penilaian juri.
Sejak ronde awal, Flores berupaya menekan dengan mengandalkan kekuatan pukulan dari posisi kidal. Namun, Chavez mampu mengantisipasi strategi tersebut dengan pergerakan menyamping yang aktif serta kombinasi pukulan cepat, sehingga kerap menggagalkan serangan lawannya.
Memasuki ronde-ronde akhir, Flores mulai terlihat kelelahan dan kesulitan menguasai ring. Chavez memanfaatkan situasi tersebut dengan melancarkan sejumlah hook kiri yang efektif pada ronde delapan, sembilan, dan 10, yang memperlebar keunggulannya hingga akhir laga.
Dengan kemenangan itu, Chavez disebut semakin diperhitungkan dalam peringkat WBA dan berpeluang menjadi salah satu penantang utama di kelas super bantam menjelang musim kompetisi 2026.
Sementara itu, kekalahan Manuel Flores menjadi kemunduran bagi petinju Amerika yang kini memiliki catatan 20 kemenangan, dua kekalahan, dan satu kali imbang, dengan 16 kemenangan KO.
Hasil tersebut dinilai menghambat upaya "Guccy Manny" untuk segera mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
Baca juga: WBA perintahkan juara kelas bridger Gadzhimagomedov lawan La Cruz
Baca juga: Thorslund dan Furtado bersiap untuk gelar juara dunia putri WBC
"Kali ini tidak ada keraguan. Saya harus tampil lebih aktif dan unggul dalam jab," kata Jorge Chavez seusai kemenangan dalam laman resmi WBA yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Chavez mencatat kemenangan penting dalam karir profesionalnya dengan mengalahkan Flores. Dalam pertarungan 10 ronde itu, "El Nino Dorado" unggul di ketiga kartu juri dengan skor 96–94, 97–93, dan 98–92.
Hasil itu memastikan Chavez mempertahankan rekor tak terkalahkan menjadi 15 kemenangan dengan delapan knockout (KO) dan satu hasil imbang, sekaligus merebut gelar juara kelas bantam super WBA Continental USA.
Bagi Chavez, kemenangan itu merupakan pembuktian dominasinya di kelas bantam super. "Saya menghormati Manny, tetapi malam ini saya membuktikan diri sebagai yang terbaik di kelas 122 pon," katanya.
Laga tersebut menjadi pertemuan kedua antara Chavez dan Flores setelah keduanya bermain imbang mayoritas dalam pertarungan pertama pada Juli 2025.
Baca juga: Juara dunia Oleksandr Usyk ajukan syarat laga trilogi melawan Fury
Berbeda dengan duel sebelumnya yang memicu kontroversi, Chavez kali ini tampil lebih dominan dan mampu mengamankan kemenangan tanpa menyisakan keraguan di penilaian juri.
Sejak ronde awal, Flores berupaya menekan dengan mengandalkan kekuatan pukulan dari posisi kidal. Namun, Chavez mampu mengantisipasi strategi tersebut dengan pergerakan menyamping yang aktif serta kombinasi pukulan cepat, sehingga kerap menggagalkan serangan lawannya.
Memasuki ronde-ronde akhir, Flores mulai terlihat kelelahan dan kesulitan menguasai ring. Chavez memanfaatkan situasi tersebut dengan melancarkan sejumlah hook kiri yang efektif pada ronde delapan, sembilan, dan 10, yang memperlebar keunggulannya hingga akhir laga.
Dengan kemenangan itu, Chavez disebut semakin diperhitungkan dalam peringkat WBA dan berpeluang menjadi salah satu penantang utama di kelas super bantam menjelang musim kompetisi 2026.
Sementara itu, kekalahan Manuel Flores menjadi kemunduran bagi petinju Amerika yang kini memiliki catatan 20 kemenangan, dua kekalahan, dan satu kali imbang, dengan 16 kemenangan KO.
Hasil tersebut dinilai menghambat upaya "Guccy Manny" untuk segera mendapatkan kesempatan bertarung memperebutkan gelar juara dunia.
Baca juga: WBA perintahkan juara kelas bridger Gadzhimagomedov lawan La Cruz
Baca juga: Thorslund dan Furtado bersiap untuk gelar juara dunia putri WBC



