SPANYOL memulai masa berkabung nasional selama tiga hari, Selasa (20/1), sebagai penghormatan bagi para korban tabrakan kereta api maut yang menewaskan sedikitnya 40 orang. Sementara itu, tim penyelamat masih terus menyisir puing-puing gerbong yang hancur untuk menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.
Bencana yang terjadi di dekat Adamuz, Provinsi Córdoba, ini disebut sebagai kecelakaan kereta api terburuk di Spanyol dalam lebih dari satu dekade terakhir. Insiden bermula pada Minggu malam sekitar pukul 20.00, ketika bagian belakang kereta cepat tujuan Madrid anjlok dan masuk ke jalur kereta dari arah berlawanan.
Pencarian Korban di Tengah PuingHingga Senin, keluarga korban masih berjuang mencari kepastian. Juan Barroso, seorang warga setempat, mengungkapkan empat anggota keluarganya masih hilang dari total lima orang yang melakukan perjalanan. "Kami sudah mencari ke seluruh rumah sakit di Jaén, Úbeda, dan Córdoba," ujarnya pilu.
Baca juga : 21 Tewas, Ratusan Penumpang Kereta Cepat di Spanyol Dievakuasi Akibat Tabrakan
Pihak kepolisian telah membuka kantor khusus bagi keluarga untuk melaporkan orang hilang sekaligus mengumpulkan sampel DNA guna proses identifikasi korban. Kepala pemerintahan Andalusia, Juanma Moreno, memperingatkan bahwa jumlah korban tewas kemungkinan masih akan bertambah.
"Dampaknya begitu keras sehingga kami menemukan jasad hingga ratusan meter dari lokasi kejadian, yang berarti para korban terlempar keluar melalui jendela," ungkap Moreno kepada media.
Penyelidikan Fokus pada Kerusakan RelPerdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, yang mengunjungi lokasi bencana, menjanjikan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh. "Masyarakat Spanyol bertanya-tanya bagaimana tragedi ini bisa terjadi, dan saya yakin kerja para ahli akan memberikan jawaban tersebut," tegasnya.
Baca juga : PM Sanchez Janjikan Investigasi Transparan Tragedi Tabrakan Kereta Cepat di Spanyol
Menteri Transportasi Óscar Puente menyebut kecelakaan ini "sangat aneh" karena terjadi di jalur lurus yang baru saja direnovasi pada bulan Mei lalu. Pihak operator swasta, Iryo, juga menyatakan bahwa kereta yang terlibat masih berusia kurang dari empat tahun dan baru saja menjalani inspeksi empat hari sebelum kejadian.
Peringatan yang Terabaikan?Meski penyebab resmi belum diputuskan, infrastruktur di area tersebut ternyata telah lama menjadi sorotan. Sejak 2022, Adif (pengelola infrastruktur kereta negara) telah mencatat 10 masalah teknis di lokasi tersebut, mulai dari kegagalan persinyalan hingga masalah kabel listrik.
Pada Agustus lalu, serikat masinis bahkan telah mengirim surat peringatan peningkatan lalu lintas kereta api menyebabkan keausan jalur yang parah. Namun, serikat tersebut kini meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menunggu hasil investigasi resmi sebelum menarik kesimpulan.
Spanyol selama ini sangat bangga dengan jaringan kereta cepatnya yang merupakan terbesar di Eropa dan kedua di dunia setelah Tiongkok. Tragedi ini menjadi pukulan telak bagi reputasi keamanan transportasi di negara tersebut. (The Guardian/Z-2)




