FAJAR.CO.ID, PANGKEP — Tujuh tim SAR gabungan kembali diberangkatkan untuk melakukan evakuasi dan pencarian terhadap delapan korban tersisa pada Selasa (20/1/2026).
Hal ini diungkapkan Danrem 141/Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan usai melakukan apel pemberangkatan di Posko AJU Desa Tompo Bulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
Ia merincikan, dari tujuh tim yang berangkat, masing-masing terdiri atas dua tim evakuasi dan lima tim pencarian.
“Tim evakuasi ini adalah evakuasi jenazah pertama dan kedua. Nah sekarang kita juga menambah satu sektor di ekor,” ujar Andre kepada awak media.
Meskipun cuaca terbilang ekstrem, namun Andre optimis bahwa upaya pencarian tetap bisa membuahkan hasil.
“Selama ini kan kita fokus jenazah, ini mulai masuk ke ekor. Kondisi kita akan tetap masuk walaupun teman-teman lihat sendiri hujan badai, tapi kita paksa naik untuk tetap mencari,” sebutnya.
Dikatakan Andre, selain tujuh tim ini, pada Senin (19/1/2026) malam juga telah diberangkatkan tim untuk melakukan evakuasi.
“Ada juga tim yang sudah bermalam dari tadi malam. Tadi malam mereka sudah standby di sana karena mengejar kalau ada terang. Tapi ternyata masih tetap gelap kan,” ucapnya.
Mengenai posis kedua korban yang telah ditemukan saat ini, Andre menuturkan bahwa telah ada pergerakan dari titik awal.
“Korban kedua sudah di lereng, yang pertama kita usahakan bisa turun,” Andre menuturkan.
Kata dia, dalam kondisi cuaca seperti saat ini, pihaknya akan mencari jalur yang menjangkau desa terdekat.
“(Evakuasi udara) Ini jelas sudah tidak mungkin. Kita evakuasi darat, karena ini untuk mengejar keluarga korban mendapatkan kepastian,” kuncinya.
(Muhsin/fajar)





