Pramono Ingin Warga Jakarta Tinggalkan Kendaraan Pribadi Secara Total

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan peningkatan signifikan jumlah pengguna transportasi umum di ibu kota hingga di atas 30 persen. Ia berharap masyarakat benar-benar beralih sepenuhnya dari kendaraan pribadi tanpa perlu lagi bergantung pada fasilitas kantong parkir (park and ride), baru melanjutkan dengan transportasi umum.

"TransJakarta secara keseluruhan konektivitasnya 92 persen terhubung. Pemanfaatannya mungkin 23,4 persen," kata Pramono di Petojo Utara, Jakarta Pusat, dilansir Antara, Selasa, 20 Januari 2026.
 

Baca Juga :

Bibit Siklon Tropis Muncul Lagi, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem di Indonesia Selatan

Pramono menegaskan bahwa kenyamanan konektivitas antarmoda, mulai dari JakLingko, TransJakarta, hingga MRT dan LRT, harus menjadi alasan utama warga meninggalkan kendaraan pribadi. Ia tidak ingin masyarakat hanya menggunakan transportasi umum setengah hati, seperti tetap membawa kendaraan dari rumah lalu menitipkannya di tempat parkir stasiun atau terminal.

"Ibaratnya saya ingin meningkatkan ini supaya orang itu secara terus-menerus memanfaatkan angkutan umum yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Pramono.

Menurut Pramono, jika target penggunaan transportasi umum di atas 30 persen tercapai secara konsisten, dampak terhadap penurunan kemacetan di Jakarta akan sangat signifikan. Hal ini menjadi fokus utama Pemprov DKI dalam membenahi ekosistem transportasi publik di masa jabatannya.

“Saya inginnya kalau masyarakat kita sudah menggunakan katakanlah di atas 30 persen transportasi umum secara terus-menerus secara signifikan itu pasti akan mengurangi kemacetan yang ada di Jakarta,” imbuh Pramono.


Bus TransJakarta. Foto: Media Indonesia/Usman Iskandar.

Sebagai langkah konkret mendorong peralihan tersebut, Pramono memastikan program gratis naik transportasi umum bagi 15 golongan masyarakat tetap berjalan. Program ini diharapkan dapat meringankan beban biaya bertransportasi sekaligus meningkatkan habit warga untuk mencintai angkutan umum.

Adapun 15 golongan masyarakat yang menikmati fasilitas transportasi umum gratis di Jakarta, yaitu:
  1. Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta dan pensiunannya
  2. Tenaga kontrak yang bekerja di Pemprov DKI Jakarta
  3. Peserta didik penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP)
  4. Karyawan swasta tertentu atau pekerja dengan gaji sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) melalui Bank DKI
  5. Penghuni Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa)
  6. Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK)
  7. Penduduk pemilik KTP Kepulauan Seribu
  8. Penerima Beras Keluarga Sejahtera (Raskin) yang berdomisili di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek)
  9. Anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri)
  10. Veteran Republik Indonesia
  11. Penyandang disabilitas
  12. Penduduk lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun
  13. Pengurus masjid (marbut)
  14. Pendidik dan tenaga kependidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
  15. Juru Pemantau Jentik (Jumantik)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antusiasme Anak Muda Warnai Semangat Awal Tahun 2026 IDN Times
• 23 jam laluidntimes.com
thumb
Pramono Bakal Buka Rute Transjabodetabek Blok M-Soetta dan Cawang-Jababeka
• 9 jam laludetik.com
thumb
Polytron Luncurkan Program UMKM Naik Level, Bidik 500 Peserta
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Akan Buka Rute Transjabodetabek Bandara Soetta-Blok M dan Cawang-Babeka
• 7 jam laluliputan6.com
thumb
FPCI: Indonesia perlu berperan lebih aktif dalam diplomasi di ASEAN
• 18 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.