Fajar.co.id, Jakarta — Nama ponakan Prabowo, Thomas Djiwandono, diajukan menjadi calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Pengajuan oleh Presiden Prabowo itu semakin mengkhawatirkan dan dinilai mengganggu independensi Bank Indonesia. Terlebih, muncul indikasi tukar jabatan dalam pengisian posisi strategis di jantung moneter Indonesia itu.
Bahkan, menurut penulis kondang Indonesia yang diketahui juga seorang akuntan, Tere Liye, meyakini upaya memasukkan ponakan seorang politisi akan membuat ekonomi Indonesia semakin mengkhawatirkan bahkan disebutnya akan kacau balau.
Pria bernama asli Darwis itu pun bahkan menyindir sikap Menkeu Purbaya yang merasa baik-baik saja dengan hal tersebut.
“Purbaya ini menteri idola kalian? Wah wah, dan Purbaya merasa baik2 saja atas isu tukar guling posisi deputi gubernur BI dengan wamen Keuangan yang adalah ponakan Prabowo?” tanya Tere Liye, dikutip dari unggahan di akun media sosialnya, Selasa (20/1/2026).
Dia pun menjelaskan betapa seriusnya masalah ini dengan bahasa yang mudah dipahami:
1.Bank Indonesia itu independen. Dan sangat terlarang dicampuri oleh politik.
2.Karena tugas Bank Indonesia itu sangat penting, mereka adalah penjaga kebijakan moneter, pengawas sistem pembayaran, dan kunci stabilitas sistem keuangan di Indonesia.
3.Maka, apapun keputusan dari Bank Indonesia HARUS berdasarkan kaidah ilmu pengetahuan, riset, penelitian, kajian. TIDAK bisa berdasarkan pesanan orang lain.
4.Apa yang terjadi jika Bank Indonesia tidak independen? Saat mereka membuat keputusan karena pesanan politik? Bisa fatal sekali.
5.Jangan pernah anggap remeh soal stabilitas keuangan. Presiden silakan saja sibuk dengan MBG, IKN, bla bla, tapi sekali kurs rupiah terjun bebas misalnya, inflasi menggila, jangankan Prabowo, bahkan Soeharto pun tumbang dulu. Soeharto itu 30 tahun berkuasa. Prabowo? Dia bahkan ngacir ke Yordania saat krisis moneter.
“Saya tidak paham apa sih pentingnya memasukkan ponakan Prabowo ini ke bank Indonesia? Dia lagi ditraining gitu? Biar belajar? Lucu, posisi setinggi itu diberikan untuk training,” sindir Tere Liye.
Dia juga menyindir pejabat-pejabat sudah pintar, pengalaman semua saat ditunjuk. “Kok malah ditraining. Di Bank Indonesia itu, buanyaaak sekali kader-kader terbaik loh. Yang sudah puluhan tahun kerja di BI, dari bawah, pendidikan pun sorry banget bisa berkali lebih mentereng, lebih pintar dibanding ponakan Prabowo. Test saja kalau tidak percaya. Diadu CPNS gitu,” saran Tere Liye.
Dia kemudian meminta fans Purbaya agar mengingatkan idolanya terkait bahaya memasukkan politisi di BI. “Kalian kan fansnya, semoga didengerin,” ujar Tere Liye.
Dia melanjutkan bahwa sangat berbahaya sekali coba-coba mengotak-atik BI. “Silakan kalian otak-atik kepolisian, jaksa, KPK, MK, dll. Tapi Bank Indonesia? Itu tuh sesuatu yang berbeda sekali. Nah, kalian baru paham jika sudah terlanjur kacau balau nanti. Kalau sekarang sih, masih cengengesan deh,” sambungnya.
Saat Indonesia kacau balau, lanjut Tere Liye, pejabat-pejabat, elit-elite, sih enak, mereka bisa ngacir lagi ke LN. “Buat kalian fans Purbaya, ketahuilah, kurs rupiah sudah 17.000. Jangan anggap enteng menjaga stabilitas moneter. Itu tuh bukan MBG!,” tutup Tere Liye. (sam/fajar)




