BGN Sudah Serap Hampir Rp18 Triliun Anggaran Program Makan Bergizi Gratis

suarasurabaya.net
3 jam lalu
Cover Berita

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat realisasi anggaran yang sangat signifikan di awal tahun 2026. Hingga pertengahan Januari, anggaran yang terserap untuk Program Makan Bergizi Gratis telah mendekati Rp18 triliun.

Hal tersebut disampaikan Dadan Hindayana Kepala BGN dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI di gedung Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (20/1/2026).

“Realisasi anggaran kami per 16 Januari sudah mencapai Rp17,398 triliun, dan per pagi ini sudah mendekati Rp18 triliun,” kata Dadan.

Ia menjelaskan, program tahun anggaran 2026 sejatinya sudah mulai berjalan sejak awal Januari. BGN bahkan telah melakukan peluncuran resmi program pada 8 Januari 2026 dengan total 19.188 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Namun, jumlah tersebut terus bertambah dalam waktu singkat. Hingga 19 Januari malam, Dadan menyebut jumlah SPPG yang sudah berdiri dan beroperasi mencapai 21.102 unit.

“Dengan jumlah tersebut, program ini sudah mampu menjangkau sekitar 58,3 juta penerima manfaat, dengan dana operasional harian yang saat ini mencapai Rp855 miliar per hari,” ujarnya.

Dadan menegaskan, dana yang direalisasikan BGN langsung disalurkan dari Kantor Kas Negara ke masing-masing SPPG. Penggunaannya pun telah diatur secara proporsional.

“Sekitar 70 persen dana digunakan untuk pembelian bahan baku makanan, 20 persen untuk operasional termasuk gaji relawan, dan 10 persen untuk insentif seluruh mitra yang terlibat dalam Program Makan Bergizi,” jelasnya.

Menariknya, Dadan mengungkapkan bahwa seluruh 21.102 SPPG yang saat ini telah berdiri 100 persen dibiayai oleh mitra, tanpa menggunakan anggaran negara untuk pembangunan infrastrukturnya.

“Perlu saya sampaikan, sampai hari ini belum ada uang negara yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur SPPG. Semua dibangun dan dibiayai oleh mitra,” tegasnya.

Untuk tahun 2026, BGN menargetkan pembentukan sekitar 36.617 SPPG, yang terdiri dari 28 ribu SPPG di wilayah aglomerasi dan 8.617 SPPG di daerah terpencil. Dengan target tersebut, BGN memproyeksikan jumlah penerima manfaat bisa mencapai 82,9 juta orang.

“Target itu kami perkirakan bisa tercapai di pertengahan tahun 2026, dengan total porsi makan yang diproyeksikan mencapai 21 miliar porsi sepanjang tahun,” pungkas Dadan. (faz/ipg)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita Haru Tanti Pegawai SPPG Paseban, Bujuk Orang Tua yang Tolak MBG untuk Anak
• 22 jam laluliputan6.com
thumb
Reaksi LMKN soal Desakan untuk Bubar karena Polemik Pengelolaan Royalti
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Ekuador Terjunkan 10 Ribu Tentara Lawan Geng Penyelundup Narkoba
• 10 jam laluidntimes.com
thumb
Sidang Korupsi Minyak Mentah, Ahok hingga Ignasius Jonan Dijadwalkan Jadi Saksi
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Kakorlantas Minta Jajaran Fokus Hadapi Operasi Ketupat 2026, Ikhlas Layani Masyarakat
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.