Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Gus Ipul menegaskan seleksi terbuka diperlukan agar Sekolah Rakyat tepat sasaran bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak para kepala Sekolah Rakyat berperan aktif membangun mekanisme seleksi siswa yang transparan dan akuntabel menjelang pembukaan tahun ajaran baru 2026. Langkah ini dinilai penting agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran dan terbuka bagi masyarakat luas.
“Saya ingin proses seleksi Sekolah Rakyat bisa diikuti oleh seluruh masyarakat. Kita ingin seleksi ini terbuka, tidak ditutup-tutupi, dan bisa diikuti oleh semua pihak,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.
Seleksi Terbuka dan Tepat Sasaran
Gus Ipul menegaskan, transparansi seleksi menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan seleksi akademik maupun non-akademik. Calon siswa dipilih berdasarkan data DTSEN, yang kemudian diverifikasi melalui ground check oleh pendamping sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas sosial setempat.
Jumlah Siswa 2026 Diperkirakan Meningkat
Sekolah Rakyat telah berjalan selama satu semester dan akan membuka tahun ajaran baru kurang dari lima bulan ke depan. Untuk 2026, jumlah calon siswa diperkirakan meningkat dibandingkan 2025, dengan estimasi lebih dari 30 ribu calon siswa yang akan diseleksi.
“Saya berharap seleksi tahun ini benar-benar menyasar mereka yang menjadi target Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.
Peran Kepala Sekolah dan Guru
Gus Ipul meminta kepala sekolah dan guru aktif memberikan masukan guna memperkuat sistem seleksi agar jangkauannya luas dan tidak terjadi kesalahan sasaran.
“Jangan sampai kita kecolongan, ada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Penguatan Kurikulum dan Penjaminan Mutu
Selain seleksi, Gus Ipul juga menyampaikan sejumlah pesan kepada kepala Sekolah Rakyat, di antaranya perlunya muatan bahasa asing melalui kegiatan ekstrakurikuler atau hari tematik seperti English Day atau Arabic Day.
Ia juga menekankan pentingnya penanaman kedisiplinan dan kemandirian, serta penerapan mekanisme penjaminan mutu yang mencakup standar nasional pendidikan dan standar khusus sekolah berasrama, mulai dari pengasuhan hingga pembinaan karakter.
Kolaborasi untuk Putus Rantai Kemiskinan
Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Sekolah Rakyat dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan kekhususan Sekolah Rakyat, kita harus memastikan anak-anak ini setelah lulus, terutama dari SMA, benar-benar mampu menggraduasi keluarganya dari kemiskinan,” ujarnya.
Editor: Redaksi TVRINews



