Mensos Dorong Seleksi Sekolah Rakyat Transparan Jelang Tahun Ajaran 2026

tvrinews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridho Dwi Putranto

TVRINews, Jakarta 

Gus Ipul menegaskan seleksi terbuka diperlukan agar Sekolah Rakyat tepat sasaran bagi anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengajak para kepala Sekolah Rakyat berperan aktif membangun mekanisme seleksi siswa yang transparan dan akuntabel menjelang pembukaan tahun ajaran baru 2026. Langkah ini dinilai penting agar program Sekolah Rakyat tepat sasaran dan terbuka bagi masyarakat luas.

“Saya ingin proses seleksi Sekolah Rakyat bisa diikuti oleh seluruh masyarakat. Kita ingin seleksi ini terbuka, tidak ditutup-tutupi, dan bisa diikuti oleh semua pihak,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Selasa, 20 Januari 2026.

Seleksi Terbuka dan Tepat Sasaran

Gus Ipul menegaskan, transparansi seleksi menjadi kunci agar Sekolah Rakyat benar-benar menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang berada pada Desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan.

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak menerapkan seleksi akademik maupun non-akademik. Calon siswa dipilih berdasarkan data DTSEN, yang kemudian diverifikasi melalui ground check oleh pendamping sosial bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan dinas sosial setempat.

Jumlah Siswa 2026 Diperkirakan Meningkat

Sekolah Rakyat telah berjalan selama satu semester dan akan membuka tahun ajaran baru kurang dari lima bulan ke depan. Untuk 2026, jumlah calon siswa diperkirakan meningkat dibandingkan 2025, dengan estimasi lebih dari 30 ribu calon siswa yang akan diseleksi.

“Saya berharap seleksi tahun ini benar-benar menyasar mereka yang menjadi target Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul.

Peran Kepala Sekolah dan Guru

Gus Ipul meminta kepala sekolah dan guru aktif memberikan masukan guna memperkuat sistem seleksi agar jangkauannya luas dan tidak terjadi kesalahan sasaran.

“Jangan sampai kita kecolongan, ada orang-orang yang tidak memenuhi kriteria masuk Sekolah Rakyat,” tegasnya.

Penguatan Kurikulum dan Penjaminan Mutu

Selain seleksi, Gus Ipul juga menyampaikan sejumlah pesan kepada kepala Sekolah Rakyat, di antaranya perlunya muatan bahasa asing melalui kegiatan ekstrakurikuler atau hari tematik seperti English Day atau Arabic Day.

Ia juga menekankan pentingnya penanaman kedisiplinan dan kemandirian, serta penerapan mekanisme penjaminan mutu yang mencakup standar nasional pendidikan dan standar khusus sekolah berasrama, mulai dari pengasuhan hingga pembinaan karakter.

Kolaborasi untuk Putus Rantai Kemiskinan

Sementara itu, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Sekolah Rakyat dengan seluruh pemangku kepentingan.

“Dengan kekhususan Sekolah Rakyat, kita harus memastikan anak-anak ini setelah lulus, terutama dari SMA, benar-benar mampu menggraduasi keluarganya dari kemiskinan,” ujarnya.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Mens Rea Nomor 1 di Netflix, Gibran Ucapkan Selamat untuk Pandji Pragiwaksono 
• 21 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Truk Boks Terbalik di Tol Jagorawi Arah Jakarta, Diduga Alami Aquaplaning
• 6 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Jamin Sertifikat Tanah Korban Bencana di Sumatera Tetap Diakui dan Gratis Diurus Ulang
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Smartwatch Kopilot ATR42-500 Masih Aktif, Keluarga Minta SAR Perluas Pencarian
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
BUVA Siapkan Rights Issue II hingga 50 Miliar Saham
• 21 menit laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.