JAKARTA, KOMPAS.com – Kemacetan parah melanda Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista), Jakarta Timur, pada Selasa (20/1/2026), membuat sejumlah pengendara terjebak hingga berjam-jam dan menghambat laju kendaraan darurat yang hendak melintas.
Pantauan Kompas.com menunjukkan kepadatan lalu lintas terjadi sejak kawasan lampu lalu lintas Cawang Kompor hingga arah Kampung Melayu. Kendaraan hanya mampu melaju dengan kecepatan sekitar 10–15 kilometer per jam akibat padatnya volume kendaraan.
Sejumlah pengendara mengaku telah terjebak kemacetan sejak jauh sebelum memasuki Jalan Otista. Salah satunya pengendara sepeda motor bernama Ridwan, yang mengatakan kemacetan sudah ia alami sejak melintas di Jalan Dewi Sartika.
Baca juga: Macet Parah di Jalan Otista, Ambulans Sempat Kesulitan Melintas
"Kalau saya sudah (terjebak) macet dari Jalan Dewi Sartika, sampai sini (Terminal Kampung Melayu), itu sejam lah, karena enggak bisa ngebut," jelas Ridwan saat ditemui, Selasa.
Ridwan mengungkapkan, ia hendak menuju kawasan Tebet, Jakarta Selatan, untuk bekerja. Akibat kemacetan tersebut, ia terpaksa mengabarkan keterlambatannya kepada rekan kerja.
"Mau kerja ini, deket Tebet, ini aja sudah telat, tapi tadi sudah kasih kabar sih kalau macet, sudah fotoin juga," tutur Ridwan.
Meski terjebak cukup lama, Ridwan mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kemacetan. Ia menduga kepadatan dipicu oleh kecelakaan lalu lintas atau pekerjaan galian di ruas jalan lain yang berdampak ke Jalan Otista.
"Pasti sih ini karena kecelakan, atau galian, karena kemarin di Jalan Raya Bogor juga macet ke mana-mana, eh ada mobil nabrak," ungkapnya.
Keluhan serupa disampaikan pengemudi mobil bernama Sri yang mengaku terjebak kemacetan sejak kawasan Cawang hingga Kampung Melayu.
Baca juga: Awas Macet, Ada Galian PAM Jaya di Jalan M. Saidi Raya Pesanggrahan Jaksel
"Ada kali ini satu jam, horor banget mas, biasanya enggak kaya begini macetnya, kala motor mungkin masih bisa zigzag, kalau mobil ya nunggu," jelasnya.
Sri mengatakan, dirinya tidak mendapatkan informasi apa pun terkait penyebab kemacetan dari aplikasi peta digital yang biasa ia gunakan.
"Enggak tahu, ini ada kecelakan atau apa, gak ada notifikasi di maps atau waze," ungkapnya.
Kondisi lalu lintas di Jalan Otista semakin diperparah oleh sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil yang nekat masuk ke jalur Transjakarta.
Akibatnya, jalur khusus bus tersebut ikut tersendat. Selain itu, beberapa pengendara sepeda motor terlihat menaiki trotoar untuk menghindari kemacetan.
Di tengah kepadatan tersebut, sebuah ambulans yang hendak melintas sempat mengalami kesulitan. Sejumlah pengendara berupaya membantu dengan meminta pengguna jalan lain menepi.
Baca juga: Warga Kalideres Keluhkan Truk Kontainer Beroperasi Pagi Hari, Bikin Macet dan Bahaya
Meski telah dibantu, ambulans tetap terhambat. Namun, setelah melewati lampu merah Otista III, ambulans akhirnya dapat melaju lebih cepat melalui jalur yang diarahkan oleh petugas dan polisi di lokasi.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang



