Love Scamming Terbongkar di Gading Serpong, 27 WNA Diciduk

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) membongkar sindikat penipuan dan pemerasan modus love scam yang dilakukan warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Sejumlah WNA dari Tiongkok hingga Vietnam diciduk dalam pengungkapan kasus penipuan ini.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi Yuldi Yusman mengatakan kasus tersebut terbongkar saat petugas melakukan penyelidikan di salah satu perumahan elite kawasan Tangerang pada awal Januari 2026.

"Kami menggelar operasi pengawasan keimigrasian di berbagai wilayah Tangerang pada tanggal 8 Januari sampai dengan 16 Januari 2026," kata Yuldi dilansir Antara, Selasa (20/1/2025).

Baca juga: Kemlu Duga WNI di Kamboja Minta Pulang Bertambah Imbas Bisnis Scam Diberantas

Yuldi mengatakan penangkapan itu bermula ketika petugas menyelidiki sebuah rumah di kawasan Perumahan Gading Serpong lantaran menerima laporan ada aktivitas WNA yang mencurigakan. Berdasarkan laporan tersebut, petugas memantau rumah itu hingga akhirnya melakukan penggeledahan pada Kamis (8/1) lalu.

"Saat itu tim mengamankan 14 warga negara asing yang terdiri dari 13 warga negara Republik Rakyat Tiongkok dan 1 warga negara Vietnam," kata Yuldi.

Selanjutnya pada Sabtu (10/1) dan Jumat (16/1) tim kembali menangkap 7 WNA serta 4 WNA asal Tiongkok di dua tempat berbeda. Setelah diselidiki, lanjut Yuldi, para WNA itu menjalankan modus penipuan dengan mayoritas korban merupakan WN Korea Selatan yang tinggal di luar Indonesia.

Baca juga: Markas Scam Jaringan Internasional Digerebek di Sleman, 6 Orang Jadi Tersangka

Para pelaku, kata Yuldi, menghubungi korban lewat aplikasi Telegram untuk mulai membangun komunikasi dengan korban. Setelah komunikasi terbangun, barulah para pelaku menghubungi korban melalui video call dengan maksud ingin menampilkan bagian tubuh atau video call sex (VCS).

Saat VCS itu berlangsung, pelaku langsung merekam korban. Video tersebut lalu dipakai sebagai alat memeras korban agar mau menyerahkan sejumlah uang kepada para pelaku.

"Saat ini tim kami mengamankan pelaku dan barang bukti berupa ratusan unit telpon genggam, belasan laptop, dan PC serta monitor. Kemudian jaringan Wi-Fi, dan instalasi-instalasi jaringan untuk membantu para pelaku dalam menjalankan aksinya," kata Yuldi.




(rfs/dhn)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Terpopuler: Khalid Basalamah di Nikahan Ketiga Mualem Vs Niat Rujuk Insanul demi Anak
• 4 jam laluinsertlive.com
thumb
Khutbah Kematian yang Disampaikan Ali Bin Abi Thalib, Pesan yang Menguras Air Mata
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
BNPB Sebut 13.841 Jiwa Terdampak Banjir Karawang, 2.413 Orang Mengungsi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bos Vale Sebut Kebijakan Biodiesel B40 Bebani Operasional
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Menhan Pimpin Rapim Kemhan–TNI 2026, Bahas Arah Kebijakan dan Strategi Pertahanan
• 18 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.