Tim SAR gabungan terus melakukan operasi SAR terhadap korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulsel. Pencarian hari ke-4 ini, Selasa (20/10), sejumlah barang korban berhasil ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, mengatakan, sejumlah serpihan pesawat dan barang korban telah berhasil ditemukan.
"Tim SAR gabungan menemukan berbagai barang yang diduga milik korban," kata Arif kepada wartawan, Selasa (20/1).
Arif merinci, barang-barang korban yang ditemukan antara lain dokumen pribadi, dompet, pakaian, buku catatan, hingga barang elektronik. Selain itu, juga ditemukan beberapa bagian pesawat seperti pelampung, fire signal, mesin pesawat dan bagian kepala pesawat.
"Masih banyak barang lain yang ditemukan yang tidak bisa kami rinci satu satu," kata Arif.
Ia menjelaskan, barang-barang ini ditemukan atau diperoleh dari hasil penyisiran intensif tim darat di jalur ekstrem antara puncak dan Pos 9 jalur pendakian. Barang temuan juga telah diamankan, didata, dan ditandai titik koordinatnya sesuai prosedur.
"Medan di lokasi kejadian sangat curam dan berisiko tinggi. Proses pencarian dilakukan dengan teknik khusus, termasuk repling dan pembukaan jalur, sehingga membutuhkan waktu, ketelitian, dan koordinasi yang kuat antarunsur,” tambahnya.
Sudah Dekat Titik KrusialSementara itu, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Marsekal Madya TNI, Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja di tengah keterbatasan dan kondisi alam yang ekstrem.
“Penemuan barang-barang milik korban dan bagian dari pesawat menunjukkan bahwa tim SAR gabungan sudah berada sangat dekat dengan titik-titik krusial. Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh unsur di lapangan,” tegas Mohammad Syafii.
Cuaca Jadi TantanganIa menambahkan, kondisi cuaca dan alam masih menjadi tantangan utama dalam operasi SAR. Kabut tebal, medan terjal, serta perubahan cuaca yang cepat kerap menghambat pergerakan, baik dari udara maupun darat.
“Meski menghadapi tantangan besar, tim SAR gabungan tetap bekerja secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. Operasi ini akan terus dilanjutkan secara profesional dan terukur hingga seluruh proses pencarian dan evakuasi dapat diselesaikan,” jelasnya.
Basarnas menegaskan bahwa setiap perkembangan operasi SAR akan disampaikan secara resmi kepada publik, dan masyarakat diimbau untuk tidak berspekulasi serta mempercayakan proses pencarian sepenuhnya kepada tim SAR gabungan.
Pesawat ATR tersebut dioperasikan oleh Indonesia Air Transport (IAT) dan sedang disewa oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pesawat membawa 10 kru dan 3 penumpang yang semuanya pegawai KKP. Mereka adalah:
Kru:
Kapten Andi Dahananto;
Muhammad Farhan Gunawan;
Restu Adi;
Dwi Murdiono;
Florencia Lolita;
Esther Aprilita.
Tidak disebutkan namanya
3 Penumpang Pegawai KKP
Ferry Irrawan, pangkat Penata Muda tingkat 1 jabatannya adalah Analis Kapal Pengawas.
Deden Mulyana, pangkat Penata Muda tingkat 1, jabatannya Pengelola Barang Milik Negara.
Yoga Nauval, operator foto udara.
Jenazah yang sudah ditemukan ada dua, yaitu seorang pria dan seorang wanita. Namun, identitasnya belum dipastikan.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5477505/original/010719300_1768833274-Prabowo_Mahasiswa_Papua.jpeg)


