Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan terus menyalurkan bantuan untuk korban terdampak banjir di Aceh. Setelah 50 hari pascabanjir, PDIP kini terfokus pada pemilihan aktivitas masyarakat, termasuk membantu mengembalikan kegiatan belajar-mengajar.
Mereka menyalurkan bantuan bantuan sarana pendidikan untuk siswa di Aceh Utara: meliputi seragam sekolah, tas, perlengkapan belajar, serta berbagai kebutuhan pendidikan yang diperlukan siswa dan pihak sekolah.
Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Jamaluddin Idham, mengatakan, peninjauan tersebut merupakan upaya partai banteng moncong putih membantu pemulihan proses belajar-mengajar pascabencana.
“Banjir tidak boleh menghambat anak-anak untuk terus mendapatkan pendidikan yang layak. Kami ingin memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dan semangat siswa tidak surut,” kata Jamaluddin Idham, Selasa (20/1).
Penyaluran bantuan dilakukan bersama Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, serta Kepala Dinas Pendidikan Aceh Utara.
Jamaluddin dan Esti berharap bantuan mereka dapat membantu meringankan beban siswa dan orang tua, serta mempercepat pemulihan aktivitas pendidikan di wilayah terdampak banjir. Mereka juga mengajak para siswa untuk tetap semangat belajar meskipun sementara pembelajaran dilakukan di tenda pengungsian.
Esti, selaku wakil rakyat dari PDI Perjuangan yang membidangi pendidikan, mengatakan akan menggenjot pemerintah segera melakukan perbaikan sekolah terdampak banjir. Agar kegiatan belajar mengajar di sekolah dapat berlangsung sebagaimana mestinya.
“PDI Perjuangan berkomitmen untuk terus mendukung pemulihan sektor pendidikan di daerah terdampak bencana,” imbuh Jamaluddin.


