AS Kerahkan Pesawat Tempur NORAD ke Greenland, Klaim Operasi Rutin

viva.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Washington, VIVA – Pesawat-pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) akan segera dikerahkan ke Greenland dalam rangka kegiatan yang disebut telah "direncanakan sejak lama," di tengah dorongan Presiden Donald Trump agar Amerika Serikat mengambil alih kendali atas wilayah Arktik tersebut.

Selain pesawat yang beroperasi dari pangkalan di Amerika Serikat dan Kanada, armada NORAD yang ditempatkan di Pangkalan Antariksa Pituffik, Greenland, akan "mendukung berbagai kegiatan NORAD yang telah direncanakan sejak lama, membangun kerja sama pertahanan yang berkelanjutan antara Amerika Serikat dan Kanada, serta Kerajaan Denmark," demikian pernyataan NORAD yang dibagikan melalui platform media sosial X.

Baca Juga :
Beijing ke AS: Setop Jadikan China Alasan untuk 'Caplok' Greenland
NATO Setop Bagi Informasi Intelijen ke AS Imbas Isu 'Pencaplokan' Greenland

NORAD menegaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut telah dilakukan melalui koordinasi resmi.

"Kegiatan ini telah dikoordinasikan dengan Kerajaan Denmark, dan semua pasukan pendukung beroperasi dengan izin diplomatik yang diperlukan. Pemerintah Greenland juga telah diberitahu tentang kegiatan yang direncanakan," kata NORAD, seraya menambahkan bahwa mereka “secara rutin melakukan” operasi untuk kepentingan pertahanan Amerika Utara.

Pengumuman tersebut, yang menekankan kerja sama komando pertahanan dengan Denmark dan Greenland, muncul di tengah pernyataan Trump yang mendorong Amerika Serikat untuk mengambil kendali atas Greenland, wilayah semi-otonom yang kaya akan sumber daya mineral, dengan alasan kepentingan keamanan nasional.

Langkah Trump itu menuai penentangan dari sejumlah sekutu Eropa. Meski demikian, pada pekan ini Trump mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa sebagai bagian dari upayanya untuk memperoleh wilayah tersebut.

Ia juga mengaitkan kebijakan itu dengan keputusan Komite Nobel Norwegia yang tidak menganugerahinya Hadiah Nobel Perdamaian tahun lalu, seraya menyatakan bahwa ia “tidak lagi merasa berkewajiban untuk hanya memikirkan Perdamaian.”

Dalam wawancara dengan NBC News pada hari Senin, Trump mengatakan bahwa ia "tidak berkomentar" ketika ditanya apakah ia akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Greenland.

Di Kongres, pernyataan Trump memicu reaksi keras. Anggota DPR Don Bacon (Republik–Nebraska) menyatakan pekan lalu bahwa ia akan mempertimbangkan untuk memakzulkan Trump jika Amerika Serikat memutuskan untuk menyerang Greenland.

Baca Juga :
IHSG Dibuka Menghijau dan Berpotensi Lanjut Menguat, Bursa Asia-Pasifik Lesu Cermati Isu Greenland
Bursa Asia Tertekan Manuver Tarif Trump ke Eropa Bikin Investor Waspada
Gara-gara Greenland: Trump Hantam 8 Negara Uni Eropa, Prancis Ancam Balas dengan Bazoka

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Alissa Wahid Ingatkan Petugas Haji 2026 Layani Lansia Sepenuh Hati dan Ramah Perempuan
• 4 jam laludisway.id
thumb
China Kucurkan Insentif Rp1.200 Triliun untuk Genjot Konsumsi dan Investasi
• 3 jam laluidxchannel.com
thumb
Daftar 10 Orang Terkaya di Bidang Teknologi Tahun 2026, Elon Musk Masih Di Atas Angin
• 7 jam lalubisnis.com
thumb
KB Bank Perkuat Hubungan Investasi Korea Selatan-Indonesia Lewat Gelaran ‘2026 Indonesian Day Business Forum’
• 20 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kuasa Hukum Nadiem Cecar Eks Direktur SMP, Saksi Akhirnya Ingin Cabut Kesaksian
• 19 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.