Kata Dato Sri Tahir Soal Patriot Bond Jilid II Danantara Senilai Rp 20 Triliun

katadata.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Konglomerat Dato Sri Tahir merespons kabar soal Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara yang disebut bakal menerbitkan Obligasi Patriotik atau Patriot Bond jilid II. Penerbitan surat utang itu dikatakan bakal menargetkan penghimpunan dana US$ 1,2 miliar atau setara Rp 20 triliun.

Patriot Bond lanjutan itu juga disebut bakal meluncur pada semester pertama 2025. Rencana ini menjadi putaran kedua setelah Patriot Bond Danantara sebelumnya mencatatkan oversubscribed atau kelebihan permintaan hingga Rp 51,75 triliun.

Mengenai Patriot Bond jilid II, pendiri Mayapada Group itu enggan berkomentar banyak. Dia justru mengatakan belum mengetahui rencana itu. “Belum ada kabar,” kata Tahir kepada Katadata.co.id, Selasa (20/1).

Ketika ditanya apakah akan ikut membeli kembali Patriot Bond, Tahir mengaku akan selalu mendukung program pemerintah. Adapun sebelumnya Tahir masuk ke dalam 46 konglomerat yang berpartisipasi dalam penerbitan Patriot Bond jilid I. Tahir bahkan merogoh dana hingga Rp 1 triliun untuk itu.

Jika mengutip laporan Bloomberg, kupon obligasi diperkirakan berada di bawah tingkat suku bunga pasar dan diskusi tersebut masih berlangsung. Pada penerbitan sebelumnya, Danantara menerbitkan obligasi tenor lima dan tujuh tahun dengan kupon sekitar 2% berada di bawah kupon obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil sekitar 6,2%.

Katadata juga telah meminta konfirmasi kepada Tim Komunikasi Danantara. Namun hingga berita ini dipublikasikan, badan pengelola investasi negara itu belum memberikan jawaban.

Sebelumnya, Managing Director Treasury Danantara Indonesia, Ali Setiawan, mengatakan Patriot Bond sifatnya instrumen pasar yang diterbitkan melalui skema Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement, bukan penawaran publik. Karena sifatnya bukan untuk publik, penerbitan kembali obligasi itu sangat bergantung pada minat investor. 

“Kalau misalnya ada kedua ya kalau ada minat yang besar kami juga pasti akan oke kita buka lagi gitu ya dari peminat untuk berinvestasi di Patriot Bond tersebut ” ucap Ali kepada wartawan di Kantor Danantara, Jakarta, Jumat (28/11).  

Tak hanya itu, Ali juga menyebut penerbitan tahap kedua muncul dari reverse inquiry, yaitu ketertarikan pihak investor yang ingin berpartisipasi. Dengan demikian, inisiatif Patriot Bond Jilid II bukan dari Danantara, tetapi dari permintaan investor yang ingin ikut berpartisipasi dalam Patriot Bond jilid selanjutnya.

“Jadi bukan kami yang maksa, tapi ini memang ada reverse inquiry dari mereka untuk ikut berpartisipasi (Patriot Bond),” kata Ali. 


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Rico Waas Apresiasi Hasil Reses DPRD Medan, Dorong Penguatan Sinergi Untuk Pembangunan Kota
• 6 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Banjir Lamongan Belum Surut, 15 Pompa Air PU SDA Diaktifkan Untuk Membuang Air
• 6 jam lalutvonenews.com
thumb
Menag Jelaskan Sikap Prabowo soal Pembukaan Universitas Al Azhar Cabang Indonesia
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dari Gigi Ngilu hingga Enamel Terkikis, Ini Pendekatan Baru Perawatan Gigi
• 19 jam lalumediaindonesia.com
thumb
5 Kelompok Orang yang Sebaiknya Tidak Minum Air Kelapa
• 6 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.