PM Jepang Sanae Takaichi Umumkan Pembubaran Parlemen dan Pemilu Dini Februari 2026

pantau.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengumumkan pembubaran majelis rendah Parlemen Jepang pada Jumat 23 Januari 2026 serta menggelar pemilihan umum legislatif dini pada 8 Februari 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan Sanae Takaichi dalam konferensi pers pada Senin 19 Januari 2026.

Sanae Takaichi menyatakan masa kampanye resmi pemilu akan dimulai pada 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan kampanye dimulai setelah dirinya secara resmi menyatakan pembubaran majelis rendah pada pembukaan masa sidang biasa Parlemen Jepang tahun ini.

Pemilu dini tersebut dilakukan sebagai upaya Sanae Takaichi untuk menguatkan pondasi pemerintahannya.

Ia menyerukan kepada para pemilih untuk menentukan apakah dirinya layak melanjutkan tugas sebagai kepala pemerintahan Jepang.

Sanae Takaichi menyampaikan bahwa pemilu ini juga menjadi sarana untuk melihat pendapat rakyat terkait pergeseran kebijakan setelah kesepakatan koalisi.

Kesepakatan koalisi itu terjadi antara Partai Liberal Demokrat atau LDP yang dipimpinnya dengan Partai Inovasi Jepang atau Ishin pada Oktober tahun lalu.

Melalui pemilu dini ini, Sanae Takaichi berupaya membentuk pemerintahan yang didukung oleh suara mayoritas di majelis rendah Parlemen Jepang.

Koalisi yang dipimpin LDP saat ini hanya memiliki mayoritas kursi yang sangat tipis di majelis rendah Parlemen Jepang.

Di majelis tinggi Parlemen Jepang, blok pemerintah berstatus koalisi minoritas.

Kondisi tersebut membuat pemerintah harus berkompromi dengan partai oposisi untuk meloloskan anggaran negara dan rancangan undang-undang.

Sanae Takaichi menegaskan pentingnya stabilitas politik agar pemerintah dapat menjalankan reformasi.

Ia berjanji akan menghentikan penghematan berlebihan dalam kebijakan pemerintahannya.

Ia juga menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan jangka panjang Jepang.

Sanae Takaichi berjanji akan menetapkan tolok ukur yang jelas dan objektif untuk membangun kepercayaan pasar terhadap keuangan pemerintah.

Ia mengusulkan pembebasan pajak untuk produk makanan selama dua tahun guna mengatasi kenaikan biaya hidup.

Usulan tersebut menandai pergeseran sikap dari posisinya saat kampanye menjadi Ketua LDP pada Oktober 2025.

Pemilu legislatif ini menjadi pemilu pertama sejak Sanae Takaichi menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada 21 Oktober 2025.

Pemilu tersebut juga digelar kurang dari 18 bulan setelah pemilu terakhir pada Oktober 2024.

Berdasarkan konstitusi Jepang, anggota majelis rendah memiliki masa jabatan empat tahun kecuali parlemen dibubarkan lebih awal.

Menjelang pemilu, Partai Demokratik Konstitusional Jepang atau CDPJ dan Partai Komeito membentuk Aliansi Reformasi Sentris atau CRA.

Aliansi Reformasi Sentris diumumkan pada Kamis 15 Januari 2026 dan diproyeksikan menjadi kekuatan oposisi terbesar.

Kubu oposisi mengkritik rencana pemilu dini yang diumumkan Sanae Takaichi.

Oposisi menuduh Sanae Takaichi lebih mengutamakan kepentingan politik menjelang pemberlakuan anggaran negara tahun fiskal 2026.

Dalam konferensi pers, Sanae Takaichi menjelaskan bahwa ia ingin anggota legislatif mengesahkan RUU anggaran negara secepatnya.

Ia menyampaikan bahwa keinginan mencegah dampak negatif dari keterlambatan pengesahan anggaran menjadi alasan utama penetapan pemilu pada 8 Februari 2026.

Laporan ini bersumber dari Kyodo.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Media Italia Terpukau, Sebut Aksi Emil Audero Bak Kucing
• 5 jam lalugenpi.co
thumb
Perancang Busana Italia Valentino Meninggal Dunia di Usia 93 Tahun
• 8 jam lalumerahputih.com
thumb
Rusia dan China Siap Dukung Iran, Tetapi Tidak Akan Hadapi AS Secara Militer
• 1 jam lalugenpi.co
thumb
Janji 8 Bulan Lalu Soal Perbaiki Jembatan Rusak Belum Dipenuhi, Dedi Mulyadi Buka Suara
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Tanpa Disadari, 5 Kebiasaan Ini Diam-Diam Menghancurkan Produktivitas Anda
• 8 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.