Saham ASHA Milik Siapa? Emiten Perikanan Tangkap, Ini Profil dan Pengendalinya

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Cilacap Samudera Fishing Industry (ASHA) adalah emiten perikanan tangkap terpadu yang bermitra dengan nelayan dan memiliki unit pengolahan sendiri.

Saham ASHA Milik Siapa? Emiten Perikanan Tangkap, Ini Profil dan Pengendalinya. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Saham ASHA milik siapa? Saham PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) tercatat berada di deretan top gainers dan top value harian pada Selasa (20/1/2026), ASHA diperdagangkan di kisaran Rp109 per saham, naik 1 persenan dari pembukaan. 

PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk tercatat di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia sebagai emiten barang konsumen primer dengan kegiatan usaha utama di bidang perdagangan besar hasil perikanan dan aktivitas cold storage

Baca Juga:
Cilacap Samudera (ASHA) Jajaki Budidaya Udang dan Rumput Laut

Melansir laman resmi perseroan (20/1/2026), cikal bakal perusahaan telah beroperasi sejak 1980 sebagai usaha perseroangan yang memiliki kapal tangkap ikan di Teluk Batang Ketapang, Pontianak. 

Saat itu, usahanya berupa penangkapan ikan, pengumpulan, serta pengolahan ikan dan udang. Pada 1984-1990, pendiri perseroan mengembangkan bisnisnya dengan mendirikan perusahaan bernama PT Tirta Khatulistiwa Farming. 

Baca Juga:
3 Saham Pengolahan Limbah di Bursa Efek Indonesia 2026, Emiten dan Profil Usahanya

Bidang usahanya pun bertambah, mencakup usaha budidaya ikan arwana dan ikan hias, serta pengolahan ikan segar. Pada periode ini, perseroan bekerja sama dengan dinas perikanan Kalbar untuk membangun kapal-kapal nelayan. 

Pada 1990, perseroan merambah bisnis perikanan tangkap dengan mengoperasikan kapal penangkapan ikan tuna, kapal gillnet, dan purse seine. Pendiri juga membangun fasilitas galangan, bengkel kapal, pabrik es, gudang pendingin (cold storage), dan kapal pengangkut. 

Baca Juga:
INOV Saham Perusahaan Apa? Produsen Tekstil Daur Ulang, Intip Profil dan Kegiatan Usahanya

Pada 1999, Tirta Khatulistiwa dibubarkan dan dibentuklah perusahaan baru bernama PT Cilacap Samudera Fishing Industry dengan bisnis perikanan tangkap terpadu, cakupan lebih luas dan terintegrasi dari hulu hingga hilir.

ASHA kini menjalankan bisnis perikanan mulai dari penangkapan, pemrosesan, pembekuan, pengolahan ikan, gudang pendingin, hingga perdagangan ekspor dan impor. Perseroan bermitra dengan nelayan dan memiliki unit pengolahan tersertifikat HCPP sendiri. 

Jangkauan ekspor perseroan mencakup negara-negara Asia seperti China, Vietnam, Korea Selatan, UEA, Taiwan, Thailand, Filipina, Malaysia, dan Australia. 

ASHA juga menjalin kerja sama dengan Melbourne Seafood Distributors untuk mendistribusikan produk ikan di supermarket dan peritel di Australia. 

Lalu saham ASHA milik siapa saat ini? Mengutip data Bursa Efek Indonesia, berikut ini adalah informasi kepemilikan saham di PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk. 

Saham ASHA Milik Siapa? Informasi Kepemilikan Sahamnya 

Sesuai laporan bulanan registrasi pemegang efek yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, hingga 31 Desember 2025 pengendali saham ASHA adalah PT Asha Fortuna Corpora dengan kepemilikan sebanyak 1,50 miliar saham, setara 30 persen dari total saham terdaftar. 

Berikut ini adalah daftar pemegang saham mayoritas di ASHA per akhir 2025: 

  • PT Asha Fortuna Corpora 1,50 miliar saham/30 persen (pengendali) 
  • PT Mestika Arta Dirga 550 juta saham/11 persen 
  • Ervin Sutioso 375 juta saham/7,5 persen
  • PT Inti Sukses International 550 juta saham/11 persen 
  • Masyarakat (non-warkat) 2,02 miliar saham/40,5 persen 

ASHA mencatatkan sahamnya secara perdana di Bursa Efek Indonesia pada 2022 dengan melepas 1,25 miliar saham di harga penawaran Rp100 per saham. Dari IPO ini, perseroan mengantongi dana sebanyak Rp125 miliar. 

ASHA ditutup di harga Rp110 per saham pada penutupan sesi pertama Selasa (20/1/2026), naik 11,11 persen dari pembukaan. Dalam satu tahun terakhir, ASHA telah mencatatkan pertumbuhan harga sebesar 816 persen. 

Itulah informasi singkat tentang saham ASHA milik siapa. 


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Dampingi Prabowo di London, Menhut Tegaskan Komitmen RI Jaga Keanekaragaman Hayati Dunia
• 4 jam lalurctiplus.com
thumb
Update Rumor Transfer Layvin Kurzawa ke Persib, Media Besar Prancis Beri Konfirmasi Positif dan Sebut Eks PSG Kian Dekat Gabung
• 11 jam lalutvonenews.com
thumb
Ledakan di Resto China Kabul: 7 Orang Tewas, ISIS Klaim Bertanggung jawab
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pesawat Militer Gabungan AS-Kanada Segera Tiba di Greenland, Tujuannya?
• 9 jam laludetik.com
thumb
Masa Berlaku SIM Mobil Sudah Mulai Habis? Simak Cara Perpanjangnya di Sini
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.