Bisnis.com, BATAM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta pemerintah daerah (pemda) di seluruh Indonesia untuk lebih aktif mendorong hilirisasi produk pertanian lokal guna meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani.
Hal itu diungkap dia, saat melakukan kunjungan ke Batam, Senin 19 Januari 2026. Menurut Mentan Amran, selama ini banyak daerah masih berfokus pada produksi bahan mentah, sementara potensi keuntungan yang lebih besar justru berada pada tahap pengolahan.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp40 triliun untuk mendukung program hilirisasi. Dengan hilirisasi, hasil pertanian tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi diolah menjadi produk siap konsumsi atau bahan baku industri.
“Kami punya anggaran Rp 40 triliun, itu diberikan. Tentu anggaran ini untuk kabupaten. Hilirisasi adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ekonomi daerah. Pemda harus hadir, memfasilitasi, dan memberi dukungan nyata, baik dari sisi regulasi, infrastruktur, maupun akses permodalan,” ujar Amra.
Dia mencontohkan komoditas seperti padi, jagung, kelapa, kakao dan kopi yang memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah tinggi. Amran menilai, jika dikelola dengan baik, hilirisasi dapat menciptakan lapangan kerja baru di daerah dan mengurangi ketergantungan pada produk impor.
Mentan Amran juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemda, pelaku usaha, dan petani. Kementerian Pertanian, kata dia, siap mendukung melalui program pendampingan, penguatan kelembagaan petani, serta pemanfaatan teknologi pertanian modern.
“Kalau pusat dan daerah kompak, petani akan sejahtera, industri tumbuh, dan ekonomi daerah bergerak lebih cepat,” tegasnya.
Pemda diharapkan dapat mengidentifikasi komoditas unggulan masing-masing wilayah dan menyusun strategi hilirisasi yang sesuai dengan potensi lokal, sehingga pembangunan pertanian dapat berjalan berkelanjutan dan berdaya saing.




