PANGKEP, KOMPAS — Rencana evakuasi terhadap dua korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, akan dilakukan secara terpisah. Di Bandung, Jawa Barat, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan hingga semua korban ditemukan.
Hingga Selasa (20/1/2025), pencarian dan evakuasi korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 masih dilakukan. Sejauh ini, dua korban ditemukan dalam kondisi meninggal. Fokus pencarian dikoordinasikan di Posko Utama Pencarian dan Evakuasi di Desa Tompobulu, Pangkep, Sulsel.
Asrem Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Abi Kusnianto memaparkan, proses dua jenazah itu bakal dilakukan secara terpisah. Satu jenazah berupaya diangkut menuruni lereng dan satu korban lainnya diupayakan ditarik ke puncak dan dibawa ke posko utama. Sebanyak lima tim ditugaskan untuk melakukan pencarian terhadap korban lainnya.
Tantangan terbesar selama ini, kata Abi, adalah medan yang sangat terjal dan cuaca buruk. Badai menerjang para anggota tim SAR gabungan hingga kesulitan dalam pencarian ataupun evakuasi.
Akan tetapi, kata Abi, dengan langkah yang sudah disusun dan kekompakan anggota tim, semua pihak yang terlibat diyakini bakal memaksimalkan sumber daya yang ada. Dia menegaskan, semua pihak hadir dalam satu misi kemanusiaan yang sama.
”Tim SAR gabungan yang berjumlah lebih dari 1.000 orang ini diatur sedemikian rupa untuk melakukan estafet pencarian sehingga sumber daya cukup dan maksimal,” kata Abi.
Sementara itu, di Kota Bandung, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memastikan pencarian dan evakuasi akan terus dilakukan. Harapannya, semua korban bisa ditemukan.
”Sejauh ini sudah ada dua jenazah yang ditemukan. Ke depan, kami akan terus mencari korban lain yang belum ditemukan,” kata Agus di sela-sela peresmian Lapangan Serba Guna Serka Dedy Unadi di Markas Kodam III/Siliwangi, Jalan Aceh, Kota Bandung.





