EtIndonesia. Dulu, aku pernah tinggal di sebuah rumah bergaya Jepang satu lantai. Di belakang rumah ada sebidang tanah kosong, sehingga aku memanfaatkannya sebagai kebun kecil untuk menanam beberapa jenis sayuran.
Namun, tetangga di sebelah rumah memelihara belasan ayam petelur di halaman belakang mereka. Ayam-ayam itu sering berkeliaran dan masuk ke kebunku, membuat tanaman berantakan dan rusak.
Aku sudah berkali-kali menyampaikan hal ini kepada mereka, berharap ayam-ayam itu dikandangkan saja. Mereka selalu meminta maaf dengan sopan dan berjanji akan memperbaikinya, tetapi kenyataannya tidak pernah ada tindakan. Aku pun tak enak hati jika harus terus mempermasalahkan hal sepele seperti ini sampai merusak hubungan bertetangga.
Suatu hari, aku menyiapkan satu kantong telur. Ketika anak tetangga datang bermain ke rumah, aku memintanya membawa telur-telur itu pulang.
Keesokan harinya, nenek tetangga itu datang untuk mengucapkan terima kasih.
Aku tersenyum dan berkata: “Tidak perlu sungkan. Di rumah kami, telur malah sering tidak habis dimakan. Justru kami berterima kasih karena Anda membantu menghabiskannya, supaya tidak sampai busuk.”
Nenek itu tampak heran lalu bertanya: “Setahu saya, kalian tidak memelihara ayam. Kok bisa telur sampai tidak habis?”
Aku menjawab santai: “Setiap hari, di kebun sayur saja kami bisa memungut beberapa butir telur. Mau dimakan sebanyak apa pun, tetap saja tidak habis.”
Sejak hari berikutnya, ayam-ayam milik mereka tidak pernah lagi masuk ke kebun kami.
Renungan: Kebijaksanaan dalam Menjalani Hidup
Menyelesaikan masalah tidak selalu harus dengan cara yang kaku atau konfrontatif. Jika kita bisa menemukan jalan keluar yang membuat orang lain dan diri sendiri sama-sama merasa nyaman, maka persoalan itu pun selesai tanpa meninggalkan masalah lanjutan.
Terkadang, berkorban sedikit—misalnya beberapa butir telur—bukanlah hal besar. Yang penting adalah kita tahu apa yang benar-benar kita jaga: telur atau kebun sayur. Selama ada kehilangan, pasti ada juga yang didapat. Ketika sudut pandang kita diperluas, banyak masalah justru dapat terselesaikan dengan sendirinya.
Renungan Redaksi:
Di dunia ini memang ada orang-orang yang sangat mementingkan diri sendiri. Selama kepentingannya sendiri tidak terganggu, mereka cenderung menutup mata terhadap kerugian dan kesulitan yang dialami orang lain. Namun begitu mereka merasa dirugikan, tanpa perlu ditegur pun, mereka akan segera mengubah perilakunya.(yn)

